Mercinews

Aceh

Kuasa Hukum NZ Buat Laporan Dugaan Inprosedural Uqubat Cambuk di Bireuen

PENYERAHAN BERKAS LAPORAN OLEH KUASA HUKUM NZ

Bireuen, Mercinews.com – Kuasa Hukum NZ (45) hari ini jumat (11/10/2019), membuat laporan secara resmi kepada Ombusman RI Perwakilan Aceh terkait dugaan kesalahan Inprosedural dalam pelaksanaan eksekusi cambuk berdasarkan putusan Mahkamah Agung No.3K/JN/2019 dimana dalam putusan tersebut menetapkan NZ (45) sebagai terpidana dan harus di eksekusi cambuk sebanyak 8 Kali.

Menurut Kuasa Hukum NZ (45), Muhammad Ari Saputra, SH, bahwa dalam pelaksanaan eksekusi cambuk tersebut merasa ada Inprosedural berdasarkan pasal 48 ayat 2 pergub No.5 tahun 2018 tentang Aturan Pelaksanaan Hukum Acara Jinayah yang berbunyi “Jallad Perempuan Mencambuk Perempuan dan Jallad laki – laki mencambuk laki – laki”.

Baca juga:  Pembangunan Proyek Irigasi di Bireuen, Lahan Sawah Warga Ditimbun Tanpa Izin

“Bahwa fakta di lapangan yang sempat kami dengar dan liat bahwa dari suara Jallad Tersebut ketika mengatakan aba-aba siap yang dikomando oleh Jaksa eksekutor adalah suara lelaki, begitu juga dengan postur tubuh yang dominan menyerupai lelaki”, – ujar Ari Muhammad, SH

Ari menambahkan bahwa, dengan alasan tersebut dia membuat laporan ke Ombusman RI Perwakilan Aceh untuk memproses dugaan Inprosedural tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku dimana negara kita adalah negara hukum, maka segala ketentuannya dalam pelaksanaan harus berdasarkan hukum.

Baca juga:  Dua Pemuda Kabupaten Bireuen Mewakili Aceh di Kegiatan ENSP 2019

Ari menyebutkan, dalam hal ini yang telah dilaporkan ke Ombusman RI Perwakilan Aceh adalah Kejaksaan Negeri Bireuen dan Juga Kasatpol WH Bireuen, serta turut terlapor lainnya adalah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bireuen, Jaksa Penuntut Umum dan Kabag Hukum Dan Perundang undangan WH. Dan Laporan diterima langsung oleh Rudi Ismawan, Kepala Keasistenan Bidang PVL (Pemeriksaan dan Verifikasi Laporan) Ombusman RI perwakilan Aceh.

Comments