Mercinews

Hukum

Lagi Pesta Sabu Bareng Anak, Emak-emak di Banda Aceh Ditangkap

Tersangka narkoba ibu dan anak memperlihatkan alat isap sabu-sabu di Mapolresta Banda Aceh di Banda Aceh, Rabu (20/11/2019). Antara Aceh/HO

Banda Aceh, Mercinews.com – Tim Opsnal Unit I Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap ibu dan anak beserta dua pria lainnya karena diduga menjual narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh AKP Boby Putra Ramadan Sebayang mengatakan para tersangka ditangkap secara terpisah pada Selasa (19/11/2019) sekira pukul 23.30 WIB.

“Penangkapan para tersangka berdasarkan informasi masyarakat. Dari tangan para tersangka, diamankan barang bukti sabu-sabu dan uang tunai,” kata AKP Boby Putra.

Adapun ibu dan anak yang ditangkap tersebut yakni LM (46) dan AP (22), warga Dusun Tenggiri, Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Baca juga:  BNN Gagalkan Penyelundupan 300 Kg Ganja dari Aceh ke Banten

Serta EA (34), warga Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dan MFA (24), warga Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Penangkapan para tersangka berawal ditangkapnya MFA di Gampong Sukadamai, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Dari tersangka diamankan 0,17 gram sabu-sabu dalam plastik bening.

“Dari pengakuan MFA, barang terlarang itu dibelinya dari tersangka AP melalui perantara ibunya LM dengan harga Rp150 ribu,” kata AKP Boby Putra Ramadan menyebutkan

Berdasarkan keterangan tersebut, polisi menangkap ibu dan anak, LM dan AP di rumahnya di Ulee Lheue. Di rumah kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa alat isap sabu-sabu serta plastik bening diduga bungkusan sabu-sabu.

Baca juga:  PAUD Terbaik di Banda Aceh bakal Jadi PAUD Percontohan

Kepada polisi, tersangka AP mengaku membeli sabu-sabu tersebut dari EA. dengan harga Rp400 ribu. Tidak menunggu lama, polisi langsung menangkap EA di rumahnya di kawasan Lampaseh, Banda Aceh.

Dari pengakuan EA, uang dari tersangka AP digunakannya untuk membeli sabu-sabu dari seorang berinisial ADO di kawasan Montasik, Aceh Besar. Polisi memasukkan ADO dalam daftar pencarian orang atau DPO.

“Kini, para tersangka beserta barang bukti diamankan di Polresta Banda Aceh. Mereka dijerat Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 114 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” kata AKP Boby Putra Ramadan Sebayang.[m/]

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Uploader : Salahuddin Wahid

Comments