Mercinews

Peristiwa

Longsor, akses jalan Aceh Barat Daya-Gayo Lues lumpuh

tumpukan tanah dan pohon tumbang di kawasan kilometer 11 jalan Ie Mirah Babahrot-Terangun, Gayo Lues, Jumat (10/1/2020) ANTARA/HO

Blangpidie, Mercinews.com – Peristiwa angin kencang disertai hujan deras Kamis (9/1/2020) sore menyebabkan ruas jalan penghubung antara Kabupaten Aceh Barat Daya dengan Kabupaten Gayo Lues tertimbun tanah longsor, sehingga ruas jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Ada tiga titik tanah gunung longsor menutupi badan jalan lintasan itu, sekitar pukul 18.00 WIB tadi kendaraan roda dua sudah bisa melintasi ruas jalan yang longsor itu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin dihubungi Antara, Jumat malam.

Adapun tiga titik tanah gunung yang longsor menutupi badan jalan lintas Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot dengan Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues tersebut berada pada kilometer 11, 14 dan kilometer 17.

Baca juga:  Dyah Erti Minta Bunda PAUD Seluruh Gayo Lues Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Untuk kawasan kilometer 17 dan 14 kata Amiruddin sudah mulai normal dan sudah bisa dilewati kendaraan roda dan roda empat setelah dilakukan pembersihan dengan mengunakan alat berat milik rekanan.

“Kebetulan ada beco (excafator) milik rekanan yang sedang mengerjakan proyek dikawasan itu, jadi sekarang tinggal di Km 11 yang masih banyak tumpukan tanah dan pohon-pohon tumbang, Insyallah besok segera kita lakukan pembersihan,” katanya.

Karena, kata Amiruddin, tidak sedikit kendaraan roda empat yang melintasi jalan provinsi itu baik dari arah Kabupaten Abdya menuju Kabupaten Gayo Lues atau sebaliknya terpaksa balik arah karena tidak bisa dilewatinya.

Baca juga:  Kadinsos Aceh Apresiasi Pemkab Abdya Bentuk Relawan Tagana di 152 Gampong

“Tidak ada masyarakat pengendara terjebak dikawasan hutan itu. Kendaraan roda empat yang ditumpangi warga semuanya balik arah. Jadi, tidak ada warga yang bermalam di kawasan hutan itu, saya sudah monitornya,” kata Amir. [m/]

 

Editor : Heru Dwi Suryatmojo

Comments