Macron akan mengambil bagian dalam konferensi mengenai Ukraina di Swiss

Kamis, 6 Juni 2024 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prancis Emmanuel Macron Foto: REUTERS.

Presiden Prancis Emmanuel Macron Foto: REUTERS.

Paris,Mercinews.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengambil bagian dalam konferensi perdamaian mengenai Ukraina, yang akan diadakan pada 15-16 Juni 2024 di resor Bürgenstock di Swiss.

Hal ini dilaporkan oleh Agence France-Presse dengan mengacu pada Istana Elysee. Rabu (5/6).

Perancis, menurut catatan AFP, berencana memperluas dukungannya terhadap Ukraina dalam “istilah politik dan diplomatik.”

Menurut badan tersebut, Ukraina berharap mendapat dukungan luas pada pertemuan ini, dengan mengajukan syarat-syarat yang dianggap perlu untuk “mengakhiri permusuhan dengan Rusia.”

“Beberapa kepala negara, termasuk Presiden AS Joe Biden,” kata AFP, “telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menghadiri konferensi tersebut.”

Pihak berwenang Swiss berencana mengadakan konferensi mengenai Ukraina pada 15-16 Juni di resor Bürgenstock. Departemen Luar Negeri (Kementerian) Federal Swiss

Baca Juga:  Bendungan Nova Khakovka Diledakkan, Ukraina dilanda Banjir

sebelumnya melaporkan bahwa Bern telah mengundang lebih dari 160 delegasi, termasuk dari negara-negara Kelompok Tujuh, Kelompok Dua Puluh, dan BRICS. Menurut pihak berwenang Swiss, Federasi Rusia tidak termasuk di antara para undangan.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow tidak akan meminta untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut jika tidak diinginkan.

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengadakan acara ini adalah “jalan menuju tujuan”; Rusia tidak melihat keinginan Barat untuk menjalankan bisnis dengan jujur.

Baca Juga:  Rumah Sakit Al-Shifa di jalur Gaza Hancur Usai 2 Pekan di Gempur Israel

Pada saat yang sama, Federasi Rusia telah berulang kali menekankan bahwa Moskow tidak pernah menolak penyelesaian konflik dengan Kiev secara damai.

(m/c)

Berita Terkait

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral
Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia
Erdogan: penolakan Israel untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza “merusak”
Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian
Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah
Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky
Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak
Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 00:46 WIB

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:57 WIB

Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:04 WIB

Erdogan: penolakan Israel untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza “merusak”

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:56 WIB

Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:19 WIB

Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:49 WIB

Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:33 WIB

Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:55 WIB

Militer Rusia Serang area parkir pesawat Angkatan Bersenjata Ukraina

Berita Terbaru