Kesehatan

Meninggalnya Dokter di Kerusuhan Wamena Ancam Ketersediaan Nakes di Daerah itu

Pemakaman dr Soeko Marsetiyo. Foto: Istimewa/detikcom

Mercinews.com, Jakarta – Kerusuhan di Wamena, Papua, pada Senin (23/9) lalu mengakibatkan kematian seorang dokter yang telah mengabdikan diri selama 15 tahun di sana. Adalah dr Soeko Marsetiyo, terpaksa gugur karena disebut mengalami kekerasan yang disebabkan oleh perusuh di Wamena.

Menurut beberapa saksi mata, insiden tersebut terjadi saat dr Soeko dalam perjalanan naik mobil di sekitar Pasir Putih (Mumi). Tiba-tiba dia dihadang oleh sekelompok orang. Tanpa rasa kasihan, dokter tersebut disiram bensin, lalu dibakar. Dokter Soeko berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke got. Namun, luka bakar yang diderita dokter lulusan Undip itu terlalu parah.

Meninggalnya dokter di Wamena membuat tenaga kesehatan mengalami trauma mendalam. Bahkan disebut telah banyak dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang meminta untuk dievakuasi karena ketakutan.

Baca juga:  Pemuda Papua Turun ke Jalan di Yogyakarta Cari Orang yang Menusuk Rekannya

“Peristiwa pembunuhan sendiri oleh para perusuh ini menjadi viral tentunya bisa melemahkan mental dokter untuk bekerja di daerah tersebut. Terbukti beberapa dokter yang bekerja di Wamena eksodus keluar Wamena, peristiwa kerusuhan yang menyebabkan kematian puluhan orang termasuk nyawa dr. Soeko sungguh menjatuhkan mental dokter untuk bertahan di Wamena,” kata praktisi kesehatan dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Ari Fahrial Syam, kepada media, Minggu (29/9/2019).

Kejadian meninggalnya dokter di Wamena sangat disayangkan sebab menurut dr Ari, yang akan dirugikan adalah masyarakat apalagi di Wamena, tenaga kesehatan masih sangat terbatas. Langkah hukum dan pengamanan ketat harus diberikan pada masyarakat dan tenaga kesehatan yang sedang berada di tempat kejadian.

“Untuk para dokter teman sejawat, mudah-mudahan kekerasan kepada dr. Soeko ini tidak melemahkan semangat kita untuk mau memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Wamena dan sekitarnya,” imbuh dr Ari.

Baca juga:  Warga Banten Korban Kerusuhan di Papua: Semua Berawal dari rasis di Surabaya

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moelok, menyebut Kementerian Kesehatan telah meminta pengawalan keamanan dari TNI dan Polri bagi dokter dan tenaga kesehatan di Wamena melalui Kemendagri.

“Tentu kami memikirkan dokter dan tenaga kesehatan di sana, terutama yang masih dalam pendidikan seperti internship. Nah, ini tentu kita harus jaga mereka. Keamanan mereka semua memang harus kita jaga,” pungkas Menkes. [m/]

Comments