Kesehatan

MER-C mensikapi Corona Positif di Indonesia, Bagaimana Langkah Selanjutnya?

Foto: dok mer-c

Jakarta, Mercinews.com – Kasus Corona (Covid-19) merebak di berbagai negara di dunia, data 5 Maret 2020 jumlah terinfeksi Covid-19 mencapai lebih dari 95 ribu yang tersebar di 77 negara dengan angka mortalitas lebih dari 3.000 jiwa.

Dengan dinyatakannya 2 WNI positif Corona oleh Pemerintah, gejolak sosial dan ekonomi mulai nampak sebagai dampak ditemukannya kasus Corona positif.

Upaya mitigasi dilakukan oleh berbagai negara seperti Italia yang meliburkan sekolah dan universitas untuk beberapa waktu, Arab Saudi mengeluarkan keputusan menyetop sementara umrah. Hal tersebut upaya mengantisipasi penyebaran virus ini. Bagaimana dengan Indonesia?

Beberapa upaya di bidang kesehatan dilakukan baik oleh pemerintah, RS, dan organisasi profesi, bahkan Pemda, untuk menghindari penyebaran dan tertularnya virus, antara lain:

1. Edukasi masyarakat dengan menghindari kontak, cuci tangan dan menggunakan masker;
2. Membuat pos-pos konsultasi Corona;
3. Membuat alur rujukan RS penanganan pasien terduga Corona;
4. Menyediakan layanan Call Center dan jemputan ambulance bagi terduga penderita Corona oleh Pemda DKI;
5. Rencana membangun atau memfungsikan RS isolasi khusus Corona di pulau dan lain lain.

Selain dampak di bidang kesehatan, Corona (Covid-19) juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang cukup signifikan, dengan membatasi mobilisasi manusia dan transportasi baik dalam dan luar negeri. Banyak sektor terpengaruh di era keterbukaan informasi ini akibat Corona.

Baca juga:  Walikota Suaidi Yahya: Hasil Rapid Test Tidak Bisa Dipercaya Sepenuhnya

Beberapa pertanyaan yang belum terjawab antara lain:

1. Bagaimana konsep manajemen disaster-nya kalau terjadi outbreak dalam jumlah besar dimana terjadi overload kebutuhan ruang isolasi??
2. Konsep karantina apa yang akan dilakukan?
3. Bagaimana melayani kebutuhan pemeriksaan laboratorium yang banyak apabila hanya bergantung pada satu atau dua laboratorim saja?
4. Bagaimana membatasi penyebaran Corona di situasi kota yang padat penduduk seperti DKI Jakarta;
5. Bagaimana upaya mengurangi dampak (mitigasi) nonmedis sosioekonomi apabila terjadi ledakan kasus
Berdasarkan hal tersebut MER-C mensikapi dan merekomendasikan langkah:

1. Ketika jumlah kasus Corona masih sedikit maka KONSEP MANAJEMEN-nya adalah meng-ISOLASI korban di ruang pemantauan atau perawatan isolasi di tempat-tempat yang sudah ditentukan seperti RS. Namun apabila terjadi ledakan jumlah kasus, outbreak Corona, maka KONSEP MANAJEMEN BENCANA-nya adalah mengisolasi dan melokalisir korban dan ISOLASI MASYARAKAT, membatasi kontak antar sesama masyarakat dengan jalan berdiam diri di dalam rumah, gedung atau kompleks, tidak melakukan aktifitas di luar rumah;

Agar masyarakat bisa survive, tenang dan tidak resah dalam kondisi isolasi maka KEBUTUHAN DASAR harus difasilitasi oleh Pemerintah, kondisi yang bisa menguntungkan manajemen dipermudah di era serba digital dan virtual sekarang ini:
• Layanan suplay listrik dan internet;
• Pasokan bahan makanan dengan transaksi ekonomi serba digital antar jemput;
• Layanan kesehatan aktif ambulance, pra hospital bagi yang memerlukan;
• Dll

2. Karantina yang dilakukan adalah karantina massal, misalnya bisa di pulau atau area yang jauh dari aktifitas penduduk. Warga yang terdiagnosis laboratorium positif maka harus dikarantina;

Baca juga:  Relawan MER-C Terus Pantau Kondisi Pasien Pasca Operasi di Lombok Utara

3. Untuk melayani kebutuhan pemeriksaan laboratorium dibutuhkan lebih banyak keterlibatan laboratorium lain yang mampu (tidak hanya satu atau dua laboratorium saja), agar diagnosis bisa cepat ditegakkan dan bisa cepat mengambil langkah penanganan;

Beberapa CATATAN PENTING, mengamati sifat dan perilaku virus Corona yang berubah-ubah dari waktu ke waktu, dengan angka mortalitas yang berbeda-beda di tiap negara dan tempat, misalnya seperti angka mortalitas lebih tinggi di Iran dibanding negara lain.

MER-C merekomendasikan masyarakat TETAP WASPADA dan tidak underestimate terhadap Corona, namun juga tidak perlu panik dan tetap tenang.

Atas perhatian dan kehadiran rekan-rekan media kami mengucapkan terima kasih.

[m/]

Jum’at, 6 Maret 2020

Salam,
MER-C Indonesia
www.mer-c.org
Call Center: 0811990176

Comments