Mercinews

Aceh

Mualem Apresiasi dan Dukung Unsyiah Bentuk Forum Solusi Aceh

Ketua Umum, Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, H. Muzakir Manaf

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Umum, Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap terbentuknya Forum Solusi Aceh (SuA), yang digagas sejumlah akademisi, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

“Ini merupakan bentuk partisipasi aktif insan kampus terhadap berbagai persoalan sosial, budaya, ekonomi dan politik di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Partai Aceh, H.Muhammad Saleh, Kamis (8/8/2019) di Banda Aceh.

Menurut Muhammad Saleh, Mualem sadar betul, sebagai kampus Jantong Hatee rakyat Aceh, Unsyiah diharapkan mampu mengali berbagai persoalan, sekaligus memberi solusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di Aceh.

“Partai Aceh mendukung sepenuhnya Unsyiah membentuk Forum Solusi Aceh dan Partai Aceh, siap ikut terlibat, ambil bagian dalam bekerjasama. Terutama dalam isu-isu resolusi konflik dan perdamaian,” jelas Mualem.

Baca juga:  Tokoh Masyarakat Mutiara Pidie Nyatakan Dukungan untuk H. Dahlan Jamaluddin

“Sebagai partai politik peraih kursi mayoritas di DPR Aceh serta kabupaten dan kota maupun lebih dari sepuluh pimpinan daerah (kabupaten dan kota), baik dari kader internal PA maupun koalisi, menjadi modal kuat untuk menjalin kerjasama ini,” sebut Muhammad Saleh.

Sebenarnya kata Mualem, secara personal, kerjasama tersebut sudah terjalin paska MoU Damai, 15 Agustus 2005 silam. Itu dibuktikan dengan merekrut sejumlah akademisi Unsyiah, untuk mencurahkan gagasan, ide dan pikirannya, baik sebagai staf ahli di DPR Aceh, Pemerintah Aceh maupun posisi penting di jajaran Pemerintah Aceh.

“Setidaknya, pengalaman tersebut sudah saya rasanya saat menjadi Wakil Gubernur Aceh Periode 2013-2017 lalu. Dan, Partai Aceh tetap berharap kerjasama tersebut dapat lebih erat serta rekatkan kembali,” harap Mualem.

Diakui Mualem, untuk membangun Aceh tak bisa sendiri atau satu kelompok saja. Tapi, harus melibatkan semua elemen rakyat Aceh, termasuk kampus atau perguruan tinggi. Disisi lain, mulai Juli 2019, Partai Aceh melakukan rekrutmen dan penjaringan kader serta keanggotaan secara terbuka (khususnya kaum milenial Aceh), dari usia 18-30 tahun. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan yang sama kepada seluruh rakyat Aceh, menjadi politisi Partai Aceh.

Baca juga:  Wapres Jusuf Kalla Resmikan Gedung Proyek 7in1 di Kampus Unsyiah

“Itu sebabnya, sejak awal Partai Aceh selalu membuka diri terhadap saran dan pendapat dari semua elemen rakyat Aceh untuk bersama-sama, menjadi bagian dari partai politik lokal ini, membangun Aceh,” ucap dia

Comments