Peristiwa

Nenek Maryam yang hilang di hutan Aceh Jaya ditemukan selamat

Nek Maryam sedang mendapat perawatan dari pihak media Puskesmas Ligan, Sabtu (16/2/2020) ANTARA/HO

Calang, Mercinews.com – Maryam (80) alias Nek Banteng warga Desa Seumantok kecamatan Sampoiniet kabupaten Aceh Jaya yang sebelumnya dikabarkan hilang dalam hutan Aceh Jaya ditemukan selamat.

Nek Maryam ditemukan setelah Shalat Magrib sekira pukul 18.30 WIB di sebuah gubuk jauh dari pemukiman warga, Sabtu (15/2).

“Kondisinya sehat, hanya saja Nek Maryam tampak sedikit lemas karena sudah tiga hari tidak makan, bahkan saat ditemukan beliau sedang lafaz doa-doa dan berzikir,” kata Mafri kepada Antara, Sabtu malam.

Baca juga: Seorang nenek hilang di hutan Aceh Jaya

Kepala Desa Seumantok Agani Yusuf menyampaikan Nek Maryam ditemukan oleh salah seorang warga Desa Gunong Cut Kecamatan Darul Hikmah.

Baca juga:  Azhar Warga Alue Ambang ditemukan tak bernyawa

“Nek Maryam ditemukan oleh seorang warga asal Gunong Cut. Kebetulan, dia berkebun di daerah Gunong Buloh. Saya sudah lupa namanya,” kata Agani.

Ia menceritakan Nek Maryam pertama ditemukan karena salah seorang warga Gunong Cut yang sedang berkebun di Gunong Buloh tersebut mendengar ada yang minta tolong.

“Penasaran, yang temukan itu menghampirinya, karena sebelumnya ia juga telah mendengar kabar ada orang hilang di kawasan tersebut,” kata Agani.

Saat didekati ternyata itu Nek Maryam sedang duduk di sebuah gubuk dalam hutan dan sedang berzikir, iapun langsung memberitahukan kepada warga yang sedang mencari Nek Maryam.

Baca juga:  Dyah Erti Idawati Serahkan APD untuk RSUD Teuku Umar Aceh Jaya

“Usai mendapat informasi tersebut, kita bersama tim pencari dan warga lainnya langsung menuju ke lokasi dan membawa pulang Nek Maryam,” kata Agani.

Agani selaku kepala desa berterimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu melakukan pencarian.

Ia juga akan meminta kepada pihak keluarga untuk menjaga Nek Maryam untuk tidak ditinggal sendiri, supaya hal serupa tidak terulang kembali.

[m/]

Pewarta : Arif Hidayat
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

Comments