Mercinews

Aceh

Ngamuk di Pangkalan Elpiji 3 kilogram, Mursyidah Malah Jadi Terdakwa

Lhokseumawe, Mercinews.com – Sungguh malang nasib Mursyidah, warga Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, harus berurusan dengan aparat penegak hukum, dan mirisnya lagi menjadi terdakwa atas dakwaan pengrusakan rumah toko (Ruko) Pangkalan Elpiji 3 kilogram di desa tersebut.

Kemarin, Rabu (14/8), Mursyidah mulai mengikuti sidang perdananya di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, sekitar pukul 11.00 WIB di ruang Sidang Garuda. Sidang tersebut di agendakan dengan pembacaab dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pekan depan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dari terdakwa dan JPU.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah warga Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe mengamuk di pangkalan LPG, Sabtu (24/11) sekira pukul 19.30 WIB. Mereka membanting dan mendobrak pintu toko yang dijadikan pangkalan LPG bernama “Bright Gas UD Herianti” sembari mengeluarkan sumpah serapah karena kesal tidak kebagian tabung gas elpiji 3 kilogram (kg).

Insiden berawal pengakuan pemilik pangkalan “Bright Gas UD Herianti” kepada warga yang menyebut stok elpiji di pangkalan tersebut telah habis. Padahal sejumlah warga telah antri berjam-jam untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram.

Baca: Tak Kebagian Elpiji 3 kg, Warga Lhoksumawe Mengamuk di Pangkalan

Baca juga:  Penjualan Gas Subsidi Sebaiknya Dilakukan BUMG

Warga yang tidak percaya dengan pengakuan tersebut akhirnya mendobrak pintu untuk masuk ke dalam toko guna memastikan pengakuan pemilik pangkalan. Meski sempat berupaya dihalau warga akhirnya berhasil menerobos masuk ke dalam toko pangkalan dan menemuka tiga tabung gas LPG 3 kilogram yang tutup segelnya rusak.

“Padahal truk pengangkut LPG 3 kilogram baru saja mengantar ratusan tabung tapi dibilang habis. Sudah enam tahun kami merasakan sulitnya mendapatkan tabung 3 kilogram,” kata Mursyidah warga Meunasah Masjid saat itu.

Menurut Mursyidah, warga merasa pemilik pangkalan berbuat curang karena sebelumnya telah melihat truk pengantar pergi setelah mendistribusikan tabung 3 kilogram ke pangkalan tersebut. Warga, kata dia, juga telah antri berjam-jam tapi tidak semua kebagian.

“Setengahnya lagi harus pulang karena katannya tabung 3 kg habis. Siapa yang tidak kecewa karena selalu dikatakan gas sudah habis, gas sudah habis. Padahal truk itu mengantar ratusan (sekitar 150) tabung gas LPG berisi, sementara yang antri tidak sampai 70 orang. Kami tidak bisa sabar lagi, dan tidak bisa terima kalau warga diginikan terus,” tambahnya kesal.

Mursyidah juga menyampaikan keyakinannya jika pemilik pangkalan berbuat curang karena pernah bekerja di pangkalan elpiji. Mursyidah mengaku dipecat setelah dua bulan bekerja dengan upah Rp500 ribu.

Baca juga:  Penjualan Gas Subsidi Sebaiknya Dilakukan BUMG

“Saya dipecat, karena tidak mau menipu warga dan tidak mau berbohong kalau gas LPG itu disembunyikan,” jelasnya.

Baca: Polisi Gerebek Pangkalan Elpiji di Meunasah Masjid Lhokseumawe

Setelah itu, Tim Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menggrebek pangkalan LPG “Bright Gas UD Herianti” di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Sabtu (24/11). Hasilnya 10 tabung elpiji 3 kilogram diamankan petugas dari pangkalan yang digrebek karena diduga berlaku curang itu.

Penasehat Hukum Terdakwa, Zulfa Zainuddin mengatakan, kliennya dilaporkan atas pengrusakan Ruko (Gagang Pintu) pangkalan LPG 3 Kilogram ke Mapolres Lhokseumawe. Saat ini terdakwa sudah mengikuti sidang perdananya.

“Kami akan koeperatif mengikuti proses hukum hingga selesai dan akan mempersiapkan saksi untuk membuktikan terdakwa tidak bersalah pada sidang selanjutnya,” kata Zulfa usai pelaksanaan sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Doni Siddiq menyampaikan, sidang perdana agenda pembacaan dakwaan akan dilanjutkan minggu depan dengan menghadirkan saksi dari terdakwa dan saksi dari jaksa penuntut umum.

Sumber:ajnn.net

Comments