Mercinews

Dunia Islam

Padang Mahsyar, Tempat Berkumpulnya Manusia Setelah Hari Kiamat datang

Padang Mahsyar tempat manusia dibangkitkan selepas kiamat (Foto: NASA)

Jakarta, Mercinews.com – Hari kiamat pasti datang. Setelah itu, manusia akan berkumpul di Padang Mahsyar dan mempertanggungjawabkan amal ibadahnya selama hidup di dunia.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 48 mengenai Padang Mahsyar, sebagai berikut

Arab: يَوْمَ تُبَدَّلُ الْاَرْضُ غَيْرَ الْاَرْضِ وَالسَّمٰوٰتُ وَبَرَزُوْا لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

Latin: yauma tubaddalul-arḍu gairal-arḍi was-samāwātu wa barazụ lillāhil-wāḥidil-qahhār

Artinya: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

Berikut fakta-fakta Padang Mahsyar yang dirangkum detikcom:

1. Tanah Putih

Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya manusia setelah hari kiamat. Tempat itu digambarkan sebagai tanah rata yang berwarna putih, artinya belum pernah ditempati seseorang.

Berdasarkan hadits riwayat Muslim dan Bukhari, Rasulullah SAW bersabda mengenai gambaran Padang Mahsyar:

Arab: يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَقِيِّ لَيْسَ فِيْهَا عَلَمٌ لأَحَدٍ رواه مسلم وفي رواية البخاري: قَالَ سَهْلٌ أَوْ غَيْرُهُ: لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ

Artinya: Pada hari Kiamat, manusia dikumpulkan di atas tanah yang rata seperti roti putih yang bundar dan pipih; tidak ada tanda untuk seorangpun.

2. Jarak Matahari

Rasulullah juga bersabda bahwa Padang Mahsyar memiliki suhu yang panas. Sebab, jarak matahari hanya sejengkal dari Padang Mahsyar sehingga manusia akan tenggelam dalam keringatnya sendiri sesuai amalan masing-masing.

Arab: تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

Baca juga:  Pengajian dan Zikir Tastafi kembali dilaksanakan di Mesjid Raya Baiturrahman

Artinya: Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil. -Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: ‘Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.

3. Lama Waktu

Allah SWT akan mengumpulkan manusia di Padang Mahsyar selama setengah hari dari lima puluh ribu tahun dengan terik matahari. Rasulullah bersabda kondisi itu akan ringan bagi beberapa golongan yang dinaungi oleh Allah SWT.

4. Syafaat

Di Padang Mahsyar, Nabi Muhammad akan memberikan syafaat kepada tujuh hamba pilihan-Nya. Berdasarkan hadist riwayat Al Bukhari dan Muslim, ketujuh hamba tersebut adalah 1) pemimpin yang adil, 2) pemuda yang tumbuh dalam ibadah, 3) Seseorang yang hatinya terpaut pada masjid, 4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, 5) seseorang yang diajak berzina dan menolak karena Allah, 6) orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi dan berlinang air matanya.

Baca juga:  Nanti malam TU SOP JEUNIEB isi pengajian TASTAFI di Mesjid Raya Baiturrahman

Arab: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Artinya: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata. 1. Imam (pemimpin) yang adil. 2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya. 3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid. 4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah. 5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.” 6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya. 7. Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinang lah air matanya.

Semoga, di Padang Mahsyar kita selalu dalam naungan Allah SWT dan syafaat Nabi Muhammad SAW. [m/]

Comments