Aceh

Pemerintah Aceh Anggarkan Rp1, 39 Miliar untuk Beli Senjata Api dan amunisi

Pemerintah Aceh Anggarkan Rp1, 39 Miliar untuk Beli Senjata Api dan amunisi

Banda Aceh, Mercinews.com — Pemerintah Aceh pada APBA 2020 menganggarkan dana senilai Rp1,39 miliar untuk pembelian senjata api, amunisi,brangkas dan gudang penyimpanan.

Pengadaan senpi laras panjang dan pendek tersebut sempat menimbulkan pro kontra dari berbagai pihak. Karena selama ini publik menilai bahwa penganggaran APBA tidak pro publik.

Lalu, untuk apa pula senjata api yang masuk dalam APBA 2020? Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Ir.Syahrial, MT., mengatakan, senjata api dan amunisi tersebut akan digunakan Polisi Hutan (Polhut) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam rangka pengamanan hutan dan operasi ilegal logging di Aceh.

Baca juga:  Pemerintah Daerah Melalui dinas sosial Ujung Tombak Pelaksanaan PKH

“Polhut dan PPNS kita dilengkapi senjata tajam dan bayonet dalam menjalankan tugas berat dan penuh resiko di tengah rimba selama ini,” kata Syahrial, Senin (6/1/2020) malam, melalui siaran persnya.

Ia mrmgatakan polhut dilatih di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah sebagai Polisi Khusus (Polsus) dan diberikan kewenangan oleh perundang-undangan menggunakan senjata api tipe tertentu untuk pengamanan hutan.

Syahrial menambahkan, Polhut Aceh pernah memiliki senjata api, namun karena Aceh dilanda konflik bersenjata, senjata api polhut pun ditarik kembali oleh pihak Kementerian Kehutanan. Sejak itulah Polhut Aceh yang sebanyak 123 orang, PPNS 30 orang, dan pamhut sebanyak 1770 orang, itu hanya bersenjata tajam dan bayonet dalam melaksanakan tugasnya.

Baca juga:  Pemerintah Aceh Apresiasi Yulis Ratna Sari Pendonor Ginjal untuk Suami

“Bertugas di tengah rimba raya tanpa senjata, selain penuh risiko, juga kurang efektif saat berhadapan dengan para pembalakan liar,” tegas Syahrial.

Meski pun demikian, tambahnya, petugasnya tak menenteng senjata tiap hari. Senjata api itu hanya dipakai saat operasi tindak pidana kehutanan saja, dan ada prosedur pencatatan waktu penggunaannya. Rencanan pengadaan tahun ini 16 pucuk senjata laras pendek dan 16 pucuk senjata laras panjang, melalui koordinasi dengan Polda Aceh.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda untuk pengadaan dan perizinannya,” tutup Syahrial. [m/]

Comments