Aceh

Pemuda Aceh Pamerkan Keupiah Meukeutop di Mesjid Quba Emas

Ziaul Fahmi - Duta Bahasa Favorit Provinsi Aceh 2018

Bireuen, Mercinews.com – “Keupiah Aceh Meukeutop” kini jadi nge-Trand di masyarakat baik dikalangan muda maupaun orang tua, sebelumnya keupiah ini hanya sebagai identitas Aceh dari peninggalan masa kerajaan Aceh. Namun beberapa waktu ini malah menjadi tranding bagi masyarakat Aceh.

Ada beberapa jenis dari keupiah ini mulai dari yang bentuk tinggi seperti yang biasa digunakan oleh pengantin pria di Aceh, ada yang sedikit lebih rendah, dan ada yang berbentuk peci bulat biasa. Yang berbentuk peci bulat biasalah yang kini menjadi idola para lelaki Aceh. Walau berbeda-beda bentuknya namun warna dan motifnya tetap sama.

Keupiah ini di produksi di Aceh oleh pengrajin biasa bukan dari pabrikan atau menggunakan mesin yang canggih, produksi ini termasuk kedalam Home Industri atau industri keluarga.

Ziaul Fahmi, salah seorang pemuda Aceh memperkenalkan keupiah ini hingga ke negerinya Masjid berkuba Emas atau lebih tepatnya lagi Brunei Darussalam.

Baca juga:  Warga Bireuen Pawai Obor dan Lantunkan Doa Tolak Bala untuk Cegah Virus Corona

Pemuda yang berasal dari Bireuen ini mengaku sengaja membeli dan membawa keupiah ini ke negri Brunei untuk dipamerkan dan sebagai identitasnya dari Nanggroe Aceh Darussalam.

“Saya berangkat ke Brunei untuk mengikuti even olahraga, tapi saya sengaja membawa keupiah ini sebagai identitas saya dari Aceh dan saya bangga melakukan itu”. Ungkap Ziaul.

Ziaul berangkat ke Brunei pada akhir desember 2019 dan berada disana hingga awal Januari 2020 bersama rekannya Mulya Bijeh Mata yang juga merupakan seniman Aceh di bidang Seni Tutur yang telah mewakili Indonesia ke Mesir 2017 silam.

“Saya berangkat ke Brunei bersama teman saya yang sangat menggeluti seni dan peduli sejarah Aceh, beliau juga membawa keupiah meukeutop namun bentuknya berbeda, yaitu agak sedikit lebih tinggi dari yang saya miliki, dan sekarang keupiah itu telah saya berikan kepada orang Brunei sebagai kenang-kenangan, dan beliau sangat senang dan akan memakainya untuk shalat di mesjid.

Baca juga:  Makam Habib Bugak Dipugar, Pangdam IM Letakan Batu Pertama

Selain itu, dikala maraknya pemakai keupiah meukeutop saat ini makin mencerminkan bahwasanya orang Aceh sudah mulai bertambah lagi kecintaannya terhadap adat dan budaya Aceh itu sendiri dan mencintai produk-produk Aceh.
Tidak hanya keupiah namun kain sarung bermotif pintu Aceh pun mulai ramai penggunanya.

“Saya berharap kecintaan kita kepada produk Aceh semakin meningkat untuk memajukan perekonomian Aceh dan menjadikan kita makin cinta akan Aceh kita sendiri”. Tutup Ziaul Fahmi yang juga Duta Bahasa Favorit Provinsi Aceh 2018.

Comments