Nasional

Pesan Dr. Ashraf Abu Mahdi Gaza saat Bertakziyah ke rumah Dr. Joserizal

Pesan Dr. Ashraf Abu Mahdi Gaza saat Bertakziyah ke rumah Dr. Joserizal/ Mercinews

Jakarta, Mercinews.com – Kunjungan silaturahim dan takziyah, dr. Ashraf Abu Mahdi Dirjen Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

Beliau belum pernah bertemu dengan dr. Jose namun menyempatkan waktu untuk ziarah dan takziyah karena kepedulian dr. Jose pada Palestina dan umat Islam.

Kami ucapkan terima kasih kepada MER-C Indonesia Indonesia yang sudah menjemput kami di bandara dan mengantar kami bersilatutahmi dan bertakziyah ke sini.

Kami melihat pribadi dr. Jose seorang yang istiqomah dalam berjuang dan jihad yang dilakukan dr. Jose Insya Allah akan ditetima oleh Allah SWT.

Rasul bersabda siapa yang tidak bisa menziarahi Baitul Maqdis bisa mengirimkan minyak untuk menyalakan lampu di sana. Ayah kalian, dr. Jose mungkin tidak ke Baitul Maqdis tapi ia yang telah menyalakan lampu di sana.

Siapa yg mempersiapkan pejuang, maka dia adalah pejuang. Siapa yang merawat luka dan merawat pejuang dia termasuk pejuang.

Umat islam secara keseluruhan itu tidak banyak yang memikirkan tentang Masjid Al Aqsha dan Palestina. Dr. Jose tidak hanya ikut memikirkan, bahkan beliau sampai datang ke Palestina dan membangun sebuah rumah sakit di sana.

Kalian mungkin sering ditinggal oleh ayah kalian berpergian untuk berjihad. Bagi kalian mungkin itu biasa, tapi bagi kami itu adalah suatu hal yang luar biasa. Hanya Allah SWT yang akan membalas itu semua.

Baca juga:  Dr. Joserizal Jurnalis SpOT Pendiri MER-C, Meninggal Dunia

Saya secara pribadi memang belum pernah bertemu dengan dr. Jose tapi saya katakan di sini bahwa Allah menjadi saksi yang dilakukan beliau akan menjadi saksi di akhirat.

Kita semua akan meninggalkan dunia ini, tapi setelah kita meninggal apa yang sudah kita persembahkan pada Allah SWT sehingga kita bisa bertemu dengan Allah SWT.

Ketika seseorang meninggal maka akan berhenti semua amalnya kecuali amal jihad di jalan Allah SWT dan ini akan terus mengalir pahalanya hingga dunia ini berakhir.

Kita tidak ada hubungan kerabat, tidam ada hubungan darah tapi Allah SWT menyatukan kita dalam hubungan keimanan dan Islam. Kami merasa seperti saudara kami sendiri.

Rumah ini (rumah dr. Jose) jauh dr Baitul Maqdis, namun ia berjuang untuk Palestina. Perjuangannya fokus kepada Palestina, meskipun banyak wilayah-wilayah lain yang mengalami masalah, Beliau sangat memahami masalah utama konflik di dunia ini. Dr. Jose akan menjadi contoh bagi kami di Palestina untuk terus melanjutkan perjuangannya.

Baca juga:  Sarbini Abdul Murad: Joserizal Jurnalis Darah Dagingnya Kemanusiaan

Kami di bangsa Arab punya istilah “Seseorang tidak akan mati ketika perjuangannya dilanjutkan oleh anak-anaknya, maka saya berwasiat kepada kaliam anak-anak beliau untuk melanjutkan perjuangan dan jihad ayah kalian, dr. Joserizal.”

Seandainya saja pintu Rafah terbuka, insya Allah ratusan bahkan mungkin ribuan orang ingin bertakziyah berziarah ke sini.

Kita memang bersedih dan kehilangan beliau, tapi kesaksian manusia, ketika banyak kebaikan yang dilakukannya maka akan menjadi kesaksian di hadapan Allah.

Puluhan ribu bahkan ratusan ribu pasien yang datang ke RS Indonesia yang dibangun oleh dr. Jose, baik itu pasien dan mujahid yang terluka atau tertembak, dan setiap yang akan berobat insya Allah pahalanya akan terus mengalir untuk dr. Jose insya Allah.

Mudah-mudahan Allah merahmati beliau dan merahmati kita semua.

Pesan saya kepada Saladin (putra dr. Jose):

Berlakulah lemah lembut dan berkasih sayang kepada saudara-saudara perempuanmu. Selanjutnya yang paling penting adalah berbuat baik kepada ibumu dan kepada ayah walaupun ayahmu sudah tidak ada. Lanjutkanlah sebisa mungkin perjuangan yang ayahmu lalukan. Ini adalah salah satu bakti kepada ayah walaupun ayah sudah tidak ada. [m/]

Comments