Aceh

Plt Gubernur Dukung Aceh Segera Menjadi Smart Province

Plt Gubernur Dukung Aceh Segera Menjadi Smart Province/ Mercinews.com

Banda Aceh, Mercinews.com – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mendukung Tanah Rencong segera menjadi Smart Province atau Provinsi Pintar guna mencapai tujuan ‘Aceh Hebat yang Inovatif dan Kompetitif.’ Smart Province adalah program yang digagas untuk mempermudah akses informasi yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat sehingga pelayanan publik dapat lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran.

“Ke depan kita sudah bisa menyusun secara akurat dan efektif serta harus berbasis kemanfaatan. Bagaimana semua ini bisa dieksekusi dan menghasilkan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Nova saat menerima audiensi tim Unsyiah yang merupakan penyusun rencana induk Aceh smart province di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Selasa (31/12).

Menurut Nova, membangun serta mengembangkan sistem elektronik harus dilakukan untuk mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Internet of Things (IoT) guna mengelola aset-aset yang ada.

Kedatangan tim Unsyiah dipimpin Wakil Rektor Bidang Kerja sama dan Perencanaan, Dr. Hizir Sofyan untuk beraudiensi dan menjelaskan perkembangan program tersebut.

Dr. Hizir mengatakan, tahapan penyusunan rencana Induk Aceh Smart Province telah dimulai sejak 2018. Beberapa tahapan yang dilakukan yakni menganalisis kesiapan daerah, termasuk terkait struktur, infrastruktur dan suprastrukturnya.

Baca juga:  Update Covid-19 di Aceh 29 Maret: Jumlah ODP Jadi 567, dan Positif 5 orang

Selain itu juga telah dilakukan penandatanganan MoU dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada Oktober 2018 untuk pengembangan sistem elektronik. MoU juga dilakukan pada Oktober 2019 dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait pengoptimalan Tata Kelola Pemerintah Berbasis Elektronik.

*6 Komponen Smart Province*

Dalam penjelasannya di hadapan Plt Gubernur, Dr. Hizir Sofyan juga menjelaskan bahwa Smart Province merupakan satu kesatuan yang utuh dari terbentuknya smart city, di mana komponen dasarnya yang dapat diterapkan dalam smart province adalah smart goverment, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment.

“Smart goverment diharapkan dapat mewujudkan sistem tata kelola pemerintah yang cepat, sigap dan terukur, transparan, partisipatif dan komunikatif melalui kebijakan-kebijakan yang mengarah kepada peningkatan pelayanan publik dalam segala sektor,” ujar Dr. Hizir.

Sedangkan smart branding bertujuan mewujudkan wisata daerah berlandaskan syariat islam yang ramah terhadap lingkungan dan pengunjung serta berkualitas.

Baca juga:  Pengusaha Malaysia Berminat Kelola Tiram Aceh

Sementara smart oconomy bertujuan mewujudkan sektor industri di setiap daerah dengan mengacu pada tata letak, cuaca dan iklim daerah sehingga menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing secara global.

Dr. Hizir melanjutkan, smart living diharapkan dapat mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menerapkan pola hidup sehat yang islami melalui kebijakan dan sosialisasi sehingga terciptanya keharmonisan dalam masyarakat.

Smart society bertujuan mewujudkan lingkungan yang aman dengan menumbuhkan kembali sifat sosial, kreatif dan bekerjasama di dalam masyarakat sehingga melahirkan masyarakat yang bermartabat.

Terakhir, smart environment dengan tujuan mewujudkan sistem tata kelola limbah dan energi yang ranah lingkungan, hijau, bersih, terarah dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kamaruddin Andalah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh, Marwan Nusuf, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto serta sejumlah tamu lainnya. [m/]

Comments