Mercinews

Aceh

Plt Gubernur Harap Menag Dukung Penguatan Syariat Islam di Aceh

Plt Gubernur Harap Menag Dukung Penguatan Syariat Islam di Aceh/ Foto: humas Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengharapkan Menteri Agama (Menag)
Fachrul Razi ikut mendukung setiap upaya penerapan syariat Islam di Aceh. Nova mengatakan,
pengangkatan putra Aceh sebagai Menteri Agama merupakan sebuah keistimewaan, sebab jabatan
tersebut sejalan dengan nilai yang ada di Aceh.

“Hingga saat ini pemerintah Aceh terus berupaya melakukan penguatan implementasi syariat Islam,”
kata Nova Iriansyah saat memberikan sambutan pada acara silaturrahmi Menteri Agama Indonesia
bersama ulama dan civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, di Gedung
Auditorium Ali Hasjmy, Senin, (18/11).

Melalui program Aceh Meuadab, kata Nova, Pemerintah Aceh melakukan beberapa langkah penguatan
syariat Islam. Di antaranya, melakukan penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai moral dengan
menghadirkan kurikulum Aceh Islami untuk setiap jenjang pendidikan.

“Selain itu, Pemerintah Aceh juga melakukan penguatan budaya masyarakat adat yang berdampak
kepada peningkatan kepekaan sosial, penguatan eksistensi kelembagaan institusi keislaman dalam
menyebar luaskan.
nilai-nilai keislaman, serta mendorong sifat keteladanan dari pimpinan masyarakat di setiap tingkatan,”
kata Nova.

Nova mengatakan, upaya-upaya tersebut sejauh ini mulai menampakkan
hasil walaupun belum sempurna. Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya masih harus terus bekerja
keras dan bekerja cerdas. Ia mengatakan, salah satu tantangan besar dalam mengimplementasikan
syariat Islam adalah bagaimana membuat setiap kebijakan mengandung kebajikan yang maksimal.

Nova menuturkan, penerapan syariat Islam di Aceh tidak hanya berkutat pada persoalan jinayat semata,
tapi juga mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Plt Gubernur Dijadwalkan Hadir di Jambore Tagana Aceh Jaya

“Di bidang perbankan, Aceh mencatat sejarah baru dengan melakukan konversi PT. Bank Aceh dari bank
konvensional menjadi bank syariah,” tutur Nova.

Beriringan dengan hal tersebut, lanjut Plt Gubernur, Pemerintah Aceh juga telah
melahirkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah. Qanun itu akan menjadi acuan dalam pelaksanaan
transaksi-transaksi keuangan di Aceh, baik untuk perbankan maupun lembaga keuangan nonformal
lainnya yang ada di Aceh.

Berdasarkan Qanun ini, kata Nova, semua lembaga keuangan diminta mempersiapkan diri menuju ke
sistem syariah demi mewujudkan ekonomi masyarakat Aceh yang adil dan sejahtera dalam naungan
syariat Islam.

“Insya Allah pak Menteri, pada tahun 2022 seluruh lembaga keuangan baik bank maupun non bank di
Aceh akan menganut sistem syariat Islam,” ujar Nova.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi mengatakan, tugas yang dipikulnya
merupakan tugas mulia, meskipun tidak ringan dalam menjalankannya. Oleh karena itu, ia meminta
dukungan semua pihak di Aceh.

Ia mengatakan, sebagai putra Aceh ia merasa dukungan seluruh elemen masyarakat di Aceh sangat
penting baginya. Salah satu dukungan nyata Aceh untuk dirinya adalah terwujudnya kampus UIN Ar-
Raniry sebagai universitas unggul yang berbasis integrasi antara Islam dan sains.

“Salah satu kunci utama dari keberhasilan UIN Ar- Raniry ini adalah karena selalu menjaga persatuan
dan memperbanyak kolaborasi serta sinergi, bukan menebar fitnah atau mencaci yang bisa
meruntuhkan kesatuan bangsa atau bahkan menghancurkan peradaban Islam,” ujar Fachrul.

Baca juga:  Sejumlah Perempuan Celana Ketat dan Laki-laki Celana Pendek Terjaring Razia di Aceh Timur

Fachrul mengatakan, berdasarkan sejarah, cara paling efektif menghancurkan Islam adalah dengan cara
mengadu domba. Karena itu, ia berpesan agar civitas akademika UIN Ar-Raniry selalu bersatu dan
bergandengan tangan mengembalikan kejayaan peradaban Islam melalui dunia pendidikan.

“Nama kampus UIN Ar-Raniry ini dinisbatkan dari nama ulama Aceh yang mendunia, jadi sudah
seharusnya UIN Ar- Raniry harus melesat lebih cepat untuk menjadi kampus yang unggul di Indonesia
dan di wilayah Asia Tenggara,” ujar Menag.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama meminta agar generasi cinta agama terus dikembangkan. Karena
itu, ia meminta kepada seluruh perguruan tinggi Islam menjadi garda terdepan menjaga keutuhan
ajaran Islam yang memberi rahmat kepada seluruh alam serta menjaga kesatuan negeri.

“Selain itu, ada hal yang ingin saya sampaikan, kami ingin bergerak cepat, kami juga ingin ASN menjadi
ujung tombak dalam menegakkan disiplin dan menjadi ujung tombak membangun wawasan
kebangsaan, dan melakukan upaya deradikalisasi,” tutur Menag.

Kedatangan Menteri Agama di UIN Ar-Raniry disambut oleh Rektor Warul Walidin dan sejumlah ulama
Aceh. Selain bersilaturrahmi, Menag juga meresmikan dua gedung baru kampus tersebut, antara lain,
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan dan Gedung Laboratorium UIN Ar-Raniry. [m/]

Comments