Hukum

Polda Aceh Gagalkan Penyeludupan Sabu Senilai Rp 33 Miliar

Sabu 33 Kg diamankan bersama tersangka. Foto; AJNN/Tommy

Banda Aceh, Mercinews.com – Tim gabungan kepolisian daerah Aceh dan Bea Cukai Kanwil Aceh menggagalkan penyeludupan sabu seberat 33 kilogram di Aceh Utara.

Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Raden Purwadi menyebutkan pengungkapan tersebut atas informasi adanya transaksi sabu. Dari penyelidikan itu, petugas mengamankan empat orang tersangka dengan profesi berbeda.

Para ersangka yang diamankan itu yakni IR (43), SB (47), IY (49). Mereka merupakan kurir yang bertugas mengantarkan sabu ke Sumatera Utara. Dari para tersangka turut diamankan 33 bungkusan teh cina berisi kristal putih diduga kuat sabu.

Baca juga:  Empat Sindikat 50 Kg Sabu Malaysia-Aceh Divonis Mati di PN Banda Aceh,

“Sedangkan tersangka FR sebagai pemesan sabu. Barang itu diperoleh oleh DG (DPO) yang berada di Malaysia. Masing-masing perbungkusnya dengan berat satu kilogram,” kata Wakapolda, Senin (27/7).

Wakapolda menyebutkan sabu diperkirakan senilai Rp33 miliar itu akan diantar ke Sumatera Utara melalui jalur darat. Barang haram tersebut masuk ke Aceh menggunakan kapal melalui jalur ilegal atau jalur tikus.

“Aceh ini sebagai tempat persinggahan mereka masukkan sabu melalui jalur tikus. Selanjutnya dikirim ke luar Aceh,” sebut Brigjen Pol Raden.

Pengakuan tersangka kepada Wakapolda Aceh, mereka akan menerima upah pengantaran sabu ke wilayah Sumatera Utara, upah yang dijanjikan Rp5 juta perkilogram.

Baca juga:  Artis Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Perempuan di Kamar Ikut Diamankan

“Kami hanya disuruh antarkan barang itu ke Sumatera Utara. Nanti akan diberi upah. Sabu itu dari kawannya FR,” kata seorang tersangka kepada Wakapolda Aceh.

Tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh, para tersangka dijerat dengan Undang-undang Narkotika ancaman pidana penjara 20 tahun sampai seumur hidup.

“Kita juga akan jerat pemilik sabu dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Akan kita miskinlah mereka supaya jera,” ungkap Brigjen Pol Raden.

[]

Comments