Asia Pasifik

Polisi Malaysia Culik dan Perkosa 2 Wanita Saat Lockdown virus Corona

Seorang perwira polisi Malaysia mempertanyakan pengemudi di penghalang jalan coronavirus di Kuala Lumpur, 19 Maret 2020.S. Mahfuz / BenarNews

Petaling Jaya, Mercinews.com – Seorang perwira polisi Malaysia menangkap dua wanita asing saat masa pembatasan gerakan (MCO) atau yang juga disebut sebagai lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona. Polisi itu diduga menculik danmemperkosa kedua wanita itu di sebuah hotel.

Seperti dilansir The Straits Times, Minggu (12/4/2020) oknum polisi itu diketahui sebagai seorang inspektur berusia 30-an tahun yang bertugas di Petaling Jaya. Dia telah ditangkap oleh bagian intelijen dan pengawasan polisi.

Dijelaskan bahwa saat kejadian pada hari Jumat (10/4) malam itu, polisi tersebut sedang melakukan patroli sehubungan dengan status negara Malaysia yang tengah dalam masa lockdown.

Korban semula dihentikan oleh petugas saat dalam perjalanan pulang menggunakan mobil yang mereka sewa dari aplikasi E-Hailing Grab.

Saat dicek, dua perempuan Mongolia tersebut tak membawa dokumen perjalanan yang sah. Mereka lantas dibawa paksa menuju sebuah hotel terdekat dan disekap selama lebih dari 24 jam, sebelum mereka akhirnya diselamatkan oleh polisi.

Baca juga:  Ini Alasan Amien Rais dan Din Syamsuddin Gugat Perppu Corona Covid-19

Kepala kepolisian distrik Petaling Jaya, Nik Ezanee Mohd Faisal mengatakan mereka diberitahu tentang insiden itu pada hari Sabtu (11/4). Polisi pun langsung melakukan penyelidikan kasus.

“Kami melakukan operasi yang dipimpin oleh wakil saya, Supt Ku Mashariman Ku Mahmood, karena sifat sensitif dari kasus ini,” katanya.

“Kami perlu melakukan pengawasan, karena prioritas utama kami adalah memastikan kedua wanita itu tidak dalam bahaya lebih lanjut,” lanjutnya.

Nik Ezanee mengatakan polisi melakukan dua penggerebekan di Petaling Jaya sekitar pukul 21:30 waktu setempat pada hari Sabtu (11/4). Termasuk satu penggerebekan di sebuah hotel di mana dua wanita dari Mongolia, berusia 20 dan 33 tersebut, diselamatkan.

“Inspektur itu ditangkap di lokasi terpisah,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa penyidik harus meminta bantuan salah satu teman korban untuk bertindak sebagai penerjemah. Pasalnya, kedua wanita itu tidak dapat berbicara Bahasa Malaysia maupun Bahasa Inggris.

Baca juga:  Malaysia Umumkan Mulai Membuka Sekolah Kembali Pada 24 Juni 2020

“Berdasarkan investigasi kami, kedua wanita itu pekerja prostitusi, tetapi itu tidak mengurangi status mereka sebagai korban,” tuturnya.

Nik Ezanee menjelaskan bahwa mereka telah diselamatkan dari hotel tempat mereka disekap. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis.

“Mereka disekap di luar kehendak mereka di hotel dan kami menyelamatkan mereka pada pukul 21:30 hari Sabtu sebelum membawa mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis,” kata Nik Ezanee, seraya menambahkan bahwa kedua wanita tidak memiliki dokumen yang valid.

Dia mengatakan polisi akan mengajukan perintah perlindungan sementara untuk kedua korban. Nik Ezanee mengatakan tim forensik polisi telah dikirim ke hotel untuk mencari bukti lebih lanjut.

“Saya sangat sedih dan kecewa atas kasus ini. Polisi itu bertindak dalam kapasitasnya sendiri dan kami akan memastikan tindakan tegas diambil dengan menggunakan semua undang-undang yang tersedia,” tegasnya.

[m/news]

Comments