Aceh

Polisi Selidiki Keberadaan Sunda Empire di Aceh

Baliho kegiatan Sunda Empire saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Utara. Foto: Ist Ajnn

Lhokseumawe, Mercinews.com – Viralnya isu tentang keberadaan Sunda Empire di Aceh Utara, Provinsi Aceh, menjadi pembicaraan serta perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Waka Polres Kompol Ahzan mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan personel untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi terkait Sunda Empire yang ada di Kecamatan Samudera Aceh Utara.

“Kami sedang menunggu laporan detail dari tim yang sudah diturunkan ke lapangan, secara gambaran umum mereka melaksanakan kegiatan pada Agustus 2019 dengan mengundang sejumlah awak media,” kata Ahzan kepada Ajnn di ruangan kerjanya, Jumat (24/1).

Dikatakan Ahzan, kemudian mereka menyampaikan program Sunda Empire adalah program sosial dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pihak Kepolisian memperdalam penelusuran karena Sunda Empire menggunakan atribut militer dengan pangkat ala militer.

Baca juga:  Aceh Raih Penghargaan Pembina Teladan

“Sampai saat ini kegiatan mereka belum bersigungan dengan hukum, tapi kami akan terus mendalami. Apabila nanti ada pelanggaran hukum dan ada pidananya akan tetap diproses sesuai aturan berlaku,” ujar Ahzan.

Ahzan menambahkan, menurut Sunda Empire anggota mereka di Aceh sudah ratusan, tetapi yang hadir pada acara sosialisasi pada Agustus 2019 hanya puluhan saja. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka terus merekrut dalam Sunda Empire ini.

“Sebelumnya ada laporan, tapi kami tidak menemukan data, jadi setelah kejadian itu kalau kami melihat bahwa benar ada. Sehingga kami telusuri dengan melakukan penyelidikan,” jelas Ahzan.

Baca juga:  Seluruh Desa di Aceh Teraliri Listrik, Nova: Terima Kasih PLN

Langkah yang dilakukan Kepolisian ke depan, kata Ahzan, pihaknya mengimbau pada Sunda Empire, apabila ingin berorganisasi atau membentuknya, harus sesuai aturan tentunya dengan ada tanda organisasinya, koordinasi dengan Kesbangpol, tidak merugikan masyarakat, norma kearifan lokal juga harus dipatuhi.

“Jadi tidak seperti sekarang ini. Mereka beratribut militer dan sebagainya kemudian membentuk suatu kerajaan.

Kendati demikian sampai sekarang belum ada warga yang melaporkan alami kerugian karena kehadiran mereka dan belum meresahkan. Namun jika ada yang ada dirugikan silahkan melaporkan kami tetap menunggunya,” tutur Ahzan. [m/]

Sumber: Ajnn.net

Comments