Mercinews

Nasional

Polisi Selidiki Laporan Perkumpulan Batak Terkait Ceramah UAS soal Salib

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes R.P Argo Yuwono 4 - Polisi Selidiki Laporan Perkumpulan Batak Terkait Ceramah UAS soal Salib
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Jakarta, Mercinews.com Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari perkumpulan masyarakat batak, Horas Bangso Batak (HBB), yang melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait ceramahnya soal salib. Polisi mulai menyelidiki laporan itu.

“Laporannya sudah kita terima, kita pelajari dulu, kita lakukan penyelidikan, ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (19/8/2019).

Argo menyebut pihaknya masih mempelajari laporan itu. Sebab, laporan itu baru saja diterima olehnya pada hari ini.

Penyelidik, disebutnya, berencana memanggil pelapor maupun terlapor dalam kasus itu. Namun Argo belum mengetahui kapan penyelidik akan memanggil kedua belah pihak tersebut.

Baca juga:  Tengku Zulkarnain Ungkap Sosok Diana, Wanita yang difitnah ‘Selingkuhan’ UAS

“Tentunya nanti akan kita mintai klarifikasi pelapor maupun terlapor. Untuk jadwalnya kapan, tergantung penyelidik yang memutuskan,” tegas Argo.

Diketahui, HBB melaporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda Metro Jaya terkait ucapan Ustaz Somad yang membahas soal salib dalam ceramahnya di Pekanbaru. Ucapan Utaz Somad itu sempat viral di media sosial.

Laporan itu tertuang pada nomor laporan polisi LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 19 Agustus 2019. Pelapor dalam hal ini anggota dari HBB bernama Netty dan terlapor Ustaz Abdul Somad. Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 156 KUHP terkait ujaran kebencian.

Baca juga:  Instagram Diretas, Ustaz Abdul Somad Bikin Akun IG Baru, Pesannya Menyentuh

UAS telah memberikan penjelasan soal ceramahnya itu melalui akun YouTube FSRMM TV pada Minggu (18/8/2019). Video tersebut berjudul ‘Klarifikasi tentang Anggapan Ustadz Abdul Somad Menghina Kristen/Menghina Salib’.

Dikatakan UAS, pengajian itu dilakukan dalam forum tertutup. Ceramah itu adalah untuk kalangan internal jemaah muslim.

“Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepakbola. Bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam, menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan tentang kedudukan Nabi Isa. Untuk orang Islam dalam sunah Nabi Muhammad,” jelas UAS.

 

Sumber: detikcom

Comments