Politik

Proyek Jamak Dibatalkan, Tagore: Ini Jalan Menuju Provinsi Baru pisah dari Aceh

Tokoh Masyarakat Gayo, Tagore Abu Bakar. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

Mercinews.com -Tokoh masyarakat Aceh Tengah, Tagore Abu Bakar meminta semua pihak bersikap bijaksana terkait persoalan proyek Multiyears, apa lagi pembiayaan untuk proyek tersebut berasal dari dana Otonomi Khusus (Otsus). Khusus untuk wilayah Gayo, Tagore mengingatkan jangan sampai pembatalan ini bisa membangkitkan atau menjadi pintu masuk terbentuk provinsi baru yang terpisah dari Aceh, walaupun perjuangan ke arah tersebut sampai saat ini terus mereka perjuangkan.

“Kasihan masyarakat, jangan ada diskriminasi terhadap kami, dana pembangunan untuk wilayah ini relatif sangat kecil,” ujar Tagore dalam wawancara khusus dengan AJNN, Selasa (21/7/2020) di Takengon.

Tagore mencontohkan pembangunan ruas jalan di kawasan Samarkilang, jika dilanjutkan maka akses menuju beberapa wilayah Aceh lainnya tidak akan buntu. Tagore menjelaskan sudah sangat lama pembangunan disana, terutama jalan belum maksimal, masyarakat Samarkilang bahkan sempat kecewa dengan pemerintah Aceh. Sama seperti Aceh kecewa terhadap Jakarta.

Jika pembatalan ini benar – benar terjadi, maka Tagore yakin akan bisa membangkitkan kesadaran masyarakat di dataran tinggi Gayo bahwa ini ternyata pekerjaan anggota DPR Aceh di Parlemen

“Karena sudah dana Otsusnya kecil, kemudian sejumlah program dari Otsus itu dipotong (Dibatalkan) maunya apa gitu lho? Kondisi ini bisa menambah pahitnya kehidupan sosial kemasyarakatan di daerah dataran tinggi Gayo,” ujar Tagore dengan nada heran

Baca juga:  Pemerintah Aceh Segera Tender Proyek Multiyears

Sebagai ketua Dewan Adat Gayo (DAG) dirinya juga akan sangat kecewa kalau hal ini terjadi. Dia meminta sebaiknya sikap – sikap seperti itu segera dihentikan. Tagore juga khawatir masyarakat Gayo bangkit. Untuk itu dirinya minta DPR Aceh jangan membuat masyarakat Gayo kecewa.

Mantan anggota DPR RI tersebut juga menyebutkan kalau selama ini, Gayo sudah menjadi contoh bagi semua suku dan golongan. Masyarakat Gayo selalu menerima siapa pun yang menetap dan mencari penghidupan di tanah Gayo. Dengan kondisi seperti itu dan kekayaan alam yang dimiliki, sebenarnya dataran tinggi Gayo juga bisa membangun sendiri, jika sudah menjadi provinsi.

“Coba saja diberikan otonomi khusus bagi daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah, kami tidak perlu dana Otsus lagi. Satu hal yang perlu diketahui Samarkilang itu daerah minyak bumi,” ungkap Tagore.

Kekayaan alam Aceh terutama emas, menurut Tagore ada di Aceh Tengah dan Blangkejeren. Selain itu ada minyak mentah di Simeulue. Sehingga jika semua wilayah ini diperlukan tidak adil, itu akan memicu gejolak.

Baca juga:  Nasir Djamil: Demi untuk Rakyat Aceh, Lanjutkan Proyek Multiyears

Terkait usaha mereka memisahkan diri dari Aceh, sudah lama mereka perjuangkan, usaha ini menurut Tagore tidak akan berhenti. Pemekaran Aceh juga seharusnya disetujui juga oleh DPRA. Seharusnya yang khawatir dan menolak pemisahan Aceh menurutnya adalah pihak Jakarta, karena uangnya masuk untuk 2 provinsi bukan DPRA. Dia juga menjelaskan kalau sebenarnya pada tanggal 26 Februari 2016, DPR RI sudah setuju Aceh menjadi 2 bagian. Aceh sebenarnya bisa menjadi 4 provinsi agar pelayanan masyarakat bisa lebih baik.

Dari data yang diperoleh AJNN dari Dinas PUPR Aceh, ada beberapa ruas jalan di wilayah Gayo serumpun yang akan dibangun menggunakan dana Multi Years. Ruas jalan tersebut yaitu jalan Peurelak-Lokop-batas Gayo Lues, sepanjang 107,30 kilometer dan ruas jalan Batas Aceh Timur-Pining- Blangkjren, sepanjang 61,42 kilometer.

Selanjutnya ruas jalan penghubung Blangkjren-Tongra-Batas Aceh Barat Daya, sepanjang 90,15 kilometer dan Ruas jalan Babah Rot-Batas Gayo Lues, sepanjang 27,57 kilometer dan jalan sepanjang 57,08 kilometer, yakni ruas jalan Simpang Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang, akan membuka isolasi masyarakat di kawasan Samar Kilang.

[]

Comments