Dunia Islam

Putera Aceh Barat wakili Aceh Besar raih juara satu di ajang MQK

Muntashier Waly Al-Khalidy bersama ibunda dan abang kandungnya berswafoto dengan Kepala Dinas Dayah Aceh, Usamah El-Madny (tengah) usai meraih juara satu pada cabang Tafsir Putera Kitab Jalalain di ajang (MQK

Meulaboh, Mercinews.com – Muntashier Waly Al-Khalidy, seorang santri asal Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat berhasil meraih juara satu pada cabang Tafsir Putera Kitab Jalalain di ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Provinsi Aceh tahun 2019 yang berlangsung di Banda Aceh beberapa hari lalu.

Putera sulung almarhum Abuya Syech H Abuya Nasir Waly (Abu Madinah) yang juga cucu dari Syech Muda Waly Al Khailidy ini mewakili Dayah Ulee Titi, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam ajang bergengsi ini, selain mendapatkan trophy dari Pemerintah Aceh, ia juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp20 juta.

Baca juga:  Diseruduk Hewan Kurban, Warga Ujong Kalak Aceh Barat Dilarikan ke Rumah Sakit

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan keluarga, karena ini prestasi pertama di ajang provinsi,” kata Ummi Murny, orangtua kandung Muntashier Waly, Kamis malam di Meulaboh.

Muntashier Waly Al-Khalidy, seorang santri asal Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat berhasil meraih juara satu pada cabang Tafsir Putera Kitab Jalalain di ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Provinsi Aceh tahun 2019 yang berlangsung di Banda Aceh beberapa hari lalu. (ANTARA/HO-Aspri)

Puteranya mewakili Kabupaten Aceh Besar karena di ajang tersebut merupakan tempat sang putera belajar ilmu agama yang diharapkan nantinya dapat memimpin Dayah Serambi Mekkah Kabupaten Aceh Barat nantinya.

Baca juga:  Iuran BPJS Naik 100 Persen, Mahasiswa Aceh Barat Galang Koin

Seandainya di ajang tersebut sang putera diminta mewakili Kabupaten Aceh Barat di ajang tersebut oleh Dinas Dayah Kabupaten Aceh Barat, Ummi Murny mengaku juga sangat setuju.

Namun hingga ajang tersebut berlangsung, belum ada permintaan apa pun dari panitia dari Dinas Dayah Kabupaten Aceh Barat.

Ia berharap ilmu agama yang selama ini dipelajari oleh sang anak nantinya dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Barat kelak.

“Muntashier memang sangat mencintai mengaji,” kata Ummi Murni menuturkan. [m/]

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar

Sumber: Antara

Comments