Aceh

Ribuan warga antarkan jenazah Hakim Jamaluddin ke liang lahat di Nagan Raya

Ribuan warga mengantarkan jenazah Jamaluddin, seorang hakim di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara ke Kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) sore. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Suka Makmue, Mercinews.com – Ribuan warga mengantarkan prosesi pemakaman (fardhu kifayah) hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Jamaluddin ke pemakaman umum di Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Sabtu (30/11/2019) siang jelang sore sekira pukul 15.15 WIB.

Jenazah korban sebelumnya sempat dua kali dishalatkan masing-masing di Masjid Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue dan Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya.

Meski diwarnai mendung dan rintik hujan, ribuan warga tidak beranjak dari lokasi sekitar makam.

Pantauan ANTARA di lokasi, terlihat juga sejumlah kerabat korban dari Pengadilan Negeri Medan, Pengadilan Negeri Suka Makmue, Nagan Raya dan seluruh kerabat dan anggota keluarga korban.

Baca juga:  Istri Hakim Jamaluddin Sewa 2 Orang Eksekutor Untuk Bunuh Suaminya

Sebagian besar pelayat juga penasaran dengan penyebab kematian korban yang diduga karena dibunuh.

Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara hingga kini belum bisa memastikan penyebab kematian Jamaluddin, seorang hakim berdarah Aceh yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di kawasan jurang Dusun III Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang pada Jumat (29/11) lalu.

“Kami belum bisa menyimpulkan (penyebabnya), semua kita serahkan ke penyidikan kepolisian,” kata Hakim PN Medan, Bambang Joko Winarno kepada wartawan di Nagan Raya, Provinsi Aceh, Sabtu siang.

Juraida, istri hakim Jamaluddin pingsan saat tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Jumat (29/11) malam. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

 

Baca juga:  Jefri Pratama, Selingkuhan Zuraida Hanum yang Bunuh Hakim Jamaluddin

Berdasarkan pengakuan istri korban, Juraida, sebelum ditemukan tewas, suaminya sempat berpamitan untuk bertemu rekannya di Bandara Kualanamu medan.

“Kata istrinya tadi sama saya, dia (korban) jemput temannya ke bandara. Jam 5 sudah berangkat dari rumah,” kata Humas PN Medan Erintuah ,

Selain itu, kata Erintuah, rekan kerjanya juga sempat melihat korban hadir ke kantor. Pada saat itu korban tidak mengenakan pakaian training seperti yang dipakai saat ditemukan meninggal dunia.

“Masih pakai jeans dia, belum pakai training. Karena memang setiap hari Jumat kami olahraga, cuma hari ini enggak ada olahraga karena ada kegiatan sosialisasi. Tapi waktu sosialisasi itu dia udah enggak kelihatan,” jelasnya.
[m/]

 

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor : Azhari

Comments