Mercinews

Daerah

Satu Anggota TNI AD Tewas Terkena Panah Saat Demo di Deiyai Papua

Aparat TNI AD sedang membersihkan pecahan kaca yang masih berserakan di ruas Jalan Yos Sudraso, pasca-kerusuhan di Manokwari, Selasa (20/8/2019). KOMPAS

Jakarta, Mercinews.com – Seorang anggota TNI AD, Rabu (28/8) dilaporkan tewas akibat terkena panah dan dua anggota Polri terluka saat bentrok dengan massa yang menggelar demonstrasi di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8).

Anggota TNI yang tewas terkena panah itu diduga bernama Serda Rikson. Jenazahnya segera dievakuasi ke Nabire melalui jalan darat.

Dikutip Antara, Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto, Rabu petang, membenarkan anggota TNI-AD yang menjadi korban dalam insiden tersebut adalah Serda Rikson.

Baca juga:  Komisi HAM PBB Soroti Papua, Diplomat RI Jelaskan Info Akurat soal Papua

Ketika ditanya tentang situasi di Deiyai, Kapendam mengaku belum mendapat laporan lengkap, karena kontak senjata masih berlangsung.

Selain menewaskan satu anggota TNI AD, insiden itu juga menyebabkan dua anggota Polri terluka kena panah. Dua personel itu dari Brimob dan Sabhara.

“Sementara satu pucuk senjata api hilang,” Letkol Eko.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengatakan saat ini kontak tembak masih berlangsung di Deiyai pasca tewasnya satu anggota TNI AD dan dua anggota Polri yang terluka.

Baca juga:  Ribuan warga Mimika Papua turun ke jalan suarakan anti-rasisme

“Kapolres Paniai dan tim masih kontak tembak,” ujar Rudolf yang dihubungi Antara melalui telepon selularnya dari Jayapura.

Ketika ditanya tentang korban lainnya, Kapolda Papua mengaku belum dapat laporan lengkap. Rudolf mengatakan masih berada di Timika.