Mercinews

Nasional

Sebanyak 55 Teungku Dayah Se-Aceh Belajar Bahasa Asing di Jawa

Puluhan teungku dayah Se-Aceh belajar bahasa asing di Jawa. Foto: istimewa

Mercinews.com – 55 guru perwakilan dari dayah seluruh Aceh yang magang di Pulau Jawa sudah kembali ke daerah.

Sebelumnya, mereka melakukan magang kursus bahasa asing dan bahasa Arab di Kampung Ingris, Pare, Kediri, Jawa Timur sejak 20 Juli hingga 17 Oktober 2019 lalu. Pemulangan puluhan guru dayah itu dijemput langsung oleh Kabid Pembinaan Sumber Daya Manusia (PSDM) Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Mustafa.

“Kami berharap disetiap dayah yang sudah mengutuskan perwakilan atau guru-guru tersebut mampu melahirkan kader-kader dayah yang cakap dalam berbahasa asing yakni bahasa Arab dan Ingris serta menjadi pionir di lingkungan dayah masing-masing,” kata Mustafa, Kamis (17/10/2019).

Baca juga:  Pemerintah Aceh Berikan Hadiah Umrah 57 GTK Berprestasi 2019

Selain itu, tambahnya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap para alumni yang telah selesai mengikuti magang ini dalam penerapan di masing-masing dayah dengan membuka kelas kusus Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

“Ada 10 dayah yang dimagangkan guru (teungku) ke Jawa, yakni lima dayah mengikuti kursus Bahasa Inggris dan lima lagi mengikuti bahasa Arab,” jelasnya.

Adapun Dayah yang mengikuti magang Bahasa Inggris adalah Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah Lhoksemawe, Dayah MUDI Mesra Samalanga Bireuen, Dayah Raudhatul Muarrif Aceh Utara, Dayah Darurrahmah Sepadan Subulussalam, dan Dayah Raudharul Jannah.

Dan lima dayah yang mengikuti kursus Bahasa Arab adalah Dayah Ruhul Fatayat Aceh Besar, LPI Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar, Dayah Babussalam Aceh Utara, Dayah Raudhatul Jihad Gayo Lues, dan Dayah Darul Abrar Aceh Jaya.

Baca juga:  Di Meulaboh Guru Dilapor Pelatih, Pelatih Dilapor Wali Murid

Salah satu tengku yang ikut magang, Rahmat Dani, dari Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah Lhokseumawe mengaku senang dan bersyukur karena Pemerintah Aceh telah memperhatikan tengku- tengku dayah Se-Aceh untuk dimagangkan kepulau Jawa, baik belajar bahasa asing atau belajar Kitab Kuning.

“Kami juga mengharapkan kiranya program magang ini dapat berlanjut disetiap tahunnya,” harapnya. [m/]

 

Comments