Hukum

Seorang Gadis 13 Tahun di Simeulue Diduga Dihamili Hingga Melahirkan

Ilustrasi/ foto

Sinabang, Mercinews.com Warga Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, dihebohkan seorang siswi SMP, sebut saja Melati, warga salah satu desa di kecamatan itu, yang menjadi korban pencabulan hingga hamil dan dikabarkan telah melahirkan.

Warga khususnya pemerintah desa tempat domisili korban mengetahui kalau Melati telah dicabuli setelah diungkap oleh pihak sekolahnya.

Sayangnya, pihak sekolah belum mengetahui siapa pelaku yang telah berbuat hal itu.

Pemerintah desa pada 16 Januari 2020 pun telah menyurati kepolisian setempat untuk mengungkap siapa pelaku pencabulan tersebut.

Sementara Dapit, kaur salah satu desa di kecamatan tersebut menyebutkan, terungkapnya kasus pencabulan tersebut tak hanya berasal dari informasi pihak sekolah, namun salah seorang dalam keluarga korban menyebutkan hal yang sama.

Baca juga:  Dua Warga Simeulue di Hukum Cambuk

“Selain sekolah dan warga, nenek korban mengaku kalau cucunya itu hamil,” kata Dapid.

Dari informasi yang berkembang saat ini, sambung Dapid, korban ini sudah melahirkan. Sebab dikatakannya, ibu dan korban menghilang dari kampung sejak sepekan lalu dengan kondisi korban hamil sekitar delapan bulan.

Sementara informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, sejak korban hamil sampai dengan saat ini dikabarkan telah melahirkan, tidak ada satu pun dari anggota keluarga yang melaporkan hal itu baik ke pihak desa maupun ke pihak kepolisian.

Baca juga:  Diputus Cinta karena Selingkuh, Mahasiswa Ini Perkosa Mantannya sebanyak dua kali

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Simeulue Iptu M Khalil kepada BERITAKINI.CO, mengaku sedikit sulit menindaklanjuti ikhwal yang terjadi daerah itu. Sebab, kata Khalil, tidak ada pelapor resmi yang melaporkan peristiwa ini ke pihaknya.

“Bagaimana mau kita tindak lanjuti, sementara tidak ada orang atau saksi yang membuat laporan. Orang tua korban pun pun tidak mau melapor hal ini. Kalau ada yang lapor pasti akan kita tindaklanjuti,” kata Iptu M Khalil.

[m/]

Sumber: Beritakini.co

Comments