Aceh

Setelah Observasi di Natuna, Delapan Mahasiswa Tiba di Aceh

8 mahasiswa Aceh tiba di Bandara SIM setelah menjalani observasi di Natuna. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

Banda Aceh, Mercinews.com – Dari 13 mahasiswa Aceh yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei Cina, hanya 11 orang yang kembali ke kampung halaman setelah menjalani proses observasi selama 14 hari di Natuna. Sementara dua mahasiswa lainnya singgah ke daerah lain, ada di Tangerang dan ke Yogjakarta karena keperluan lain.

Namun, untuk hari ini, Senin (17/2), baru delapan mahasiswa yang sudah mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Sedangkan tiga lainnya dijadwalkan akan berangkat besok, Selasa (18/2). Delapan mahasiswa tersebut dibagi dalam dua penerbangan.

Rombongan pertama yang menggunakan pesawat maskapai Citylink ada Hayatul, Ory Safwar, Siti Mawaddah dan Maisal Jannah. Mendarat sekitar pukul 08.55 WIB.

Baca juga:  Anggota DPR Minta Google Klarifikasi Kepada Aceh Soal Terjemahan Bernada Rasis

Sementara di rombongan kedua ada Intan Maghfirah, Alfi Rian Tamara, Ita Kurniawati, dan Jihadullah. Mereka tiba pada pukul 10.35 WIB, terbang bersama Lion Air.

Berbeda dengan provinsi lain, para mahasiswa yang dipulangkan itu disambut langsung oleh unsur pemerintahan. Sedangkan mahasiswa Aceh hanya dijemput keluarga masing-masing dan teman-teman mereka dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Tiongkok (PPIT) Aceh.

Ayah Intan Maghfirah, Said bersyukur karena anaknya sudah kembali dalam kondisi sehat. Ia begitu bahagia bisa berkumpul kembali bersama buah hatinya. “Saya bersyukur sekali atas kesehatan Intan. Bahagia sekali bisa berkumpul lagi bersama,” kata Said kepada wartawan di Bandara SIM.

Baca juga:  Rumoh Aspirasi Aceh Siap Kawal Suara Prabowo-Sandi, Rabu 17 April mendatang

Selama ini, kata Said, dirinya cukup intens berbicara dengan Intan saat masih menjalani isolasi di kota Wuhan untuk memastikan kondisi sang anak baik-baik saja. “Apalagi setelah mendapat perawatan dari pemerintah dengan pelayanan baik kepada pelajar kita. Saya bersyukur dan terimakasih,” imbuhnya.

Para mahasiswa Aceh ini semuanya sudah mengantongi sertifikat tanda kesehatan dan negatif corona pasca menjalani observasi di Natuna. Surat itu sebagai tanda bahwa mereka terbebas dari virus. [m/]

Comments