Mercinews

Aceh

Silat Gelombang dan Peusijuk, Warnai Penyambutan Kajati Aceh di Abdya

Blangpidie, Mercinews.com – Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) menyambut kehadiran Kejaksaan Tinggi Aceh, Irdam, S.H.,M.H dengan adat Aceh di pendopo bupati setempat, Rabu 26 Juni 2019 di

Tiba di Abdya, Kajati Aceh disambut langsung oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama, Wabup, Kajari Abdya, Dandim, Kapolres dan unsur Forkopimkab.

Sebelum masuk pendopo, Kajati dipasangkan kalung bunga oleh pasangan remaja yang mengenakan pakaian adat Aceh. Rombongan ini juga disuguhkan dengan penampilan silat gelombang yang diperagakan oleh belasan pelajar. Kemudian Kajati dipeusijuek oleh ketua MAA, MPU dan Wakil bupati Abdya, Muslizar MT di atas pelaminan

Baca juga:  Ribuan KTP invalid milik warga Abdya di musnahkan

Bupati Abdya dalam sambutannya, mengatakan, di Abdya ada Klinik Hukum bagi ASN untuk membantu permasalahan ASN guna menunjang kemajuan pembangunan di Abdya.

“Klinik ini tentu banyak manfaatnya. Kami mohon dukungan Kajati. Klinik hukum ada di Abdya, seluruh pegawai boleh berkonsultasi,” kata Bupati Akmal.

Ia menyadari bahwa selaku manusia tentu banyak kekurangan, namun yang paling penting kehati-hatian dan mau bertanya.

“Bagaimana salah itu dapat kita antisipasi. Moga bapak dapat mendorong dan memberi semangat untuk kami disini,” harapnya.

Sementara Kajati Aceh, Irdam, mengaku bahwa kedatangannya bersama rombongan ke Abdya merupakan kunjungan Kerja. Dirinya dalam kesempatan itu mengaku sangat tersanjung atas sambutan adat Aceh yang dilakukan Pemkab Abdya.

Baca juga:  Pemkab Abdya serahkan bantuan Betor ke penyandang distabilitas

“Saya telah dipeusijuk dan saat ini saya merasa sejuk. Cuma di Aceh tamu dimuliakan dengan peusijuk, ini luar biasa menurut saya. Terimakasih bupati yang telah mempercayai Kajari dalam pembangunan,” ujar Irdam.

Kajati mengatakan, jika dulu pihaknya bertugas melakukan penuntutan, namun kini sudah ada perkembangan yakni pengawalan pembangunan. Maka dari itu, Kajati meminta Pemkab untuk mempergunakan bidang Datun itu.”Gunakan pengacara negara itu sesuka bapak, itu gratis, tapi bukan untuk pelindung hukum. Kalau pengacara itu ada yang minta lapor kesaya,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.