Nasional

Soal Ibu Kota Baru, Polri Tunggu Keputusan Pemerintah untuk Pindahkan Pasukan

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Jakarta, Mercinews.com – Pemerintah merencanakan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta. Polri menunggu keputusan resmi pemerintah untuk memindahkan pasukan.

“Polri menunggu keputusan pemerintah. Terkait rencana pemindahan dengan pertimbangan pemerataan pembangunan dan kepadatan ibu kota saat ini, tentunya Polri mendukung karena ini demi kebaikan bangsa dari segala aspek,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Iqbal menuturkan pihaknya akan langsung berkoordinasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia di ibu kota baru saat telah ditetapkan pemerintah.

“Jika sudah fixed akan dipindah ke mana, tentunya Mabes Polri akan berkoordinasi untuk mempersiapkan semua sumber daya yang ada sehingga pelayanan nantinya tetap optimal,” ujarnya.

Baca juga:  Mochtar Ngabalin Tepis Gatot soal TNI-Polri: Tak Ada Analogi Tangan Kanan-Kiri

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan pegawai negeri sipil (PNS) yang berada di pusat akan pindah ke luar Jawa jika pemindahan ibu kota Indonesia terealisasi. Menurut Bambang, ada dua skema yang akan digunakan pemerintah dalam memindahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) ke wilayah ibu kota baru, yaitu dengan rightsizing atau tidak.

Jika nantinya diputuskan tidak ada rightsizing, kata Bambang, seluruh ASN di pusat akan pindah semua. Yakni PNS, parlemen, yudikatif, kepolisian, TNI, beserta keluarganya. Sedangkan dengan skema adanya rightsizing, kata Bambang, maka jumlah ASN yang akan pindah hanya 110 ribu ditambah anggota polisi, TNI, dan keluarganya.

Rightsizing sendiri adalah pendekatan untuk mengurangi staf di mana jabatan-jabatan diurutkan menurut prioritas untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pekerjaan yang tidak perlu.

Baca juga:  Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Presiden Jokowi sudah mengantongi 3 kandidat lokasi ibu kota baru. Tiga kota itu ada di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

“Bisa di Sumatera tapi yang timur jauh, di Sulawesi agak di tengah, tapi barat kurang. Kalimantan di tengah-tengah. Ini ada 3 kandidat, tapi harus dicek dong,” ujar Jokowi di PT KMK Global Sports I, Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (30/4).

 

Sumber: detikcom

Comments