Mercinews

Umum

Sungguh malang nasib Delapan Anak Yatim ini Tinggal di Gubuk Reyot

Sungguh malang nasib Delapan Anak Yatim ini Tinggal di Gubuk Reyot
Kondisi tempat tinggal delapan anak yatim di Aceh Timur. Foto: Ist

Aceh Timur, Mercinews.com – Sungguh malang nasib delapan anak yatim di Desa Lhok Seuntang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Mereka terpaksa menghabiskan kehidupannya dengan menghuni gubuk reyot tanpa dinding dan atap yang mulai bocor sebagai istana tempat tinggalnya.

Ke-8 anak yatim tersebut atas nama Amri (19), Munir Nurdin (18), Intan Mauliza (16), Muhammad Jafar (13), Indah safitri (12) Putri Hanisa Salsabila (8), dan Aulia Ramadhan (7), Semenjak ayahnya meninggal mereka tinggal dirumah reyot tersebut yang berdekatan dengan rumah kakeknya Ibrahim (70) dan Nenek Raliyah (65).

Founder LPD Aceh, Musfendi mengatakan, pada awal tahun 2019 ibu mereka menikah lagi dan saat ini tinggal di Aceh Tengah bersama suaminya, anak yang paling bungsu Aulia Ramadhan juga ikut bersama ibunya ke Aceh Tengah, sedangkan yang lain tinggal di rumah yang dibangun oleh ibunya dan berdekatan dengan rumah kakeknya.

Baca juga:  Komoditi Aceh Diekspor dari Pelabuhan Belawan, bandara Kualanamu, dan Jakarta

“Namun walaupun ibu mereka sudah tinggal di Aceh tengah tetap dalam tiap bulan mengunjungi anak-anaknya di Aceh timur,” kata Musfendi. Walaupun hidup dengan serba kekurangan sambungnya, di antara ke-8 anak tersebut, salah satunya sudah menghafal 30 juz dan sudah dua kali dibawa umrah oleh pimpinan Dayah. hal itu sesuai dengan cerita yang disampaikan oleh kakek mereka.

“Sedangkan dua lagi sudah pulang dari pesantren karena mereka tidak mampu membiayai, sehingga diputuskan keduanya mengaji di kampung halaman sambil membantu kakek dan neneknya dalam mencari nafkah untuk kebutuhan hari-hari,” jelas Musfendi.

Sementara itu, Keuchik Desa Lhok Seuntang, saat dihubungi membenarkan informasi tersebut. Selama ini desa bukan tidak mau membantu dalam pembangunan rumah, tetapi alokasi dana desa khusus untuk rehap sedangkan rumah tersebut tidak layak untuk direhap, tetapi harus dibangun dari dasar.

Baca juga:  Nova Iriansyah, Isi Kemerdekaan dengan Perangi Narkoba

“Menurut keterangan keuchik, selama ini aparat desa juga sedang mengupayakan untuk melobi rumah tetapi sampai saat ini belum kunjung ada,” pungkasnya.

Dalam melanjutkan cita-cita anak yatim itu, pihaknya ingin mengajak para Dermawan untuk sama-sama meringankan beban mereka dengan cara mendoakan dan menyisihkan sedikit donasi dalam membantu mereka.

“Kami terus mengajak dermawan/muzakki dalam menyalurkan Donasi untuk meringankan beban saudara kita karwna di luar sana masih banyak saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan kita bersama,” ujarnya.

Bagi yang ingin berdonasi bersama LPD dapat mengirimkan Donasi Bank BNI Syariah 2404420172 atas nama Lembaga Peduli Dhuafa (ZAKAT) dan Bank Mandiri Syariah 7771551558 atas nama Lembaga Peduli Dhuafa (Infak).

 

Sumber: Ajnn.net

Comments