Mercinews

Daerah

Tak Tahan Lihat Adik Ipar Pakai Baju Tipis Tembus pandang, Kakak Ipar Ajak Main

Ilustrasi. Foto: Net

Mercinews.com – Kelakuan kakak ipar satu ini tidak patut dicontoh.
Miris kakak ipar tergoda adik iparnya sendiri yang sering berpakaian tipis tembus pandang.

Tak tahan melihat lekuk tubuh adik istrinya, sang kakak ipar mengajak gadis belia itu berzina.

Keduanya melakukan perbuatan asusila berkali-kali.

Sang adik ipar pun mau melayani kakak iparnya dengan iming-iming uang Rp 500.000

Kasus kakak ipar main serong dengan adik ipar ini terungkap setelah istri pelaku yang juga kakak korban, menemukan kondom bekas pakai di sekitar rumahnya.

Peristiwa ini terjadi di Prabumulih, Sumatera Selatan.

Awalnya pria berinisial IM (29) warga Prabumulih terangsang dengan kemolekan tubuh adik iparnya berinisial NA.

Bahkan adik iparnya setiap keluar kamar selalu mengumbar tubuhnya dengan memakai pakaian tipis hingga tembus pandang menunjukan lekuk tubuhnya.

IM (29 tahun), warga Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih ini ditangkap polisi.

Kronologi persetubuhan terus terjadi hingga berulang kali sampai diketahui oleh istri pelaku yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.

1. NA Dititipkan Mertua

Awal mula NA menjadi budak seks kakak iparnya, saat ia dititipkan oleh mertua untuk dijaga dan dibina.

Menurut pengakuan IM, ia diminta mertua untuk menjaga adik iparnya.

Bukannya menjaga, IM justru menyetubuhi adik ipar berinisial NA (15 tahun) hingga berkali-kali.

2. Persetubuhan Terjadi Mei 2019
Menurut pengakuan pelaku, persetubuhan terjadi pada medio Mei 2019.

Persetubuhan itu dilakukan pelaku di kamar adiknya ketika sang istri dan anak telah tidur.
Aksi itu terbongkar setelah NA bercerita dengan kakaknya, yang merupakan istri IM berinisial DM (25 tahun).

Menurut pengakuan IM, ia mulai menyetubuhi sang adik ipar sejak awal Mei 2019 di kediaman mereka di Kelurahan Tanjung Raman.

“Adik ipar itu ikut sama saya dan istri awal tahun ini, mertua menitipkan untuk dijaga karena adik kami itu sering keluyuran keluar rumah dan pergaulannya agak bebas,” kata IM ketika diwawancarai usai press realise di halaman Mapolres Prabumulih, Senin (30/9/2019).

3. Terpancing Pakaian Seksi
IM melanjutkan, ia mulai tertarik dengan adik iparnya itu lantaran sang adik selama di rumah sering mengenakan pakaian seksi.

“Dia di rumah sering pakai pakaian tipis dan seksi apalagi kalau malam saat saya nonton tv dia keluar kamar dengan pakaian seksi,”

“Makanya tertarik, selain itu dia sering tidur malam, kamarnya berhadapan dengan kamar saya beserta istri dan anak,” tuturnya.

Baca juga:  Pria Beristri di Aceh Singkil Berhasil Setubuhi Gadis 16 Tahun

4. Istri Curiga Temukan Kondom
Aksi bejat itu terbongkar setelah sang istrinya mendapati adanya alat kontrasepsi jenis kondom di aliran air kamar mandi rumah mereka.

Curiga dengan hal itu, sang istri inisial DM kemudian mencari tahu namun terus terjadi keributan di rumah tangga mereka.

Selanjutnya pasangan tersebut saling gugat cerai hingga saat hendak pisah atau ribut harta gono gini.

MA mengaku kepada ayuknya jika telah beberapa kali disetubuhi IM.

“Istri saya sudah curiga dari lama dan saya curiga istri saya selingkuh makanya kami hendak cerai,”

“Lalu istri yang sering dapat kondom di rumah menanyai MA terus dan akhirnya mengaku sudah saya setubuhi, kemudian saya dilaporkan ke polisi,” bebernya.

5. Dikasih uang Rp 500 Ribu Setiap Habis Berhubungan Intim

IM mengatakan, ia pertama mengajak MA berhubungan intim sekitar awal Mei 2019.

Ketika itu pelaku masuk kamar sang adik menunggu istri dan anak tidur.

Lalu setelah masuk kamar, pelaku mendapati MA belum tidur namun masih main handphone.

“Waktu itu sekitar pukul 01.30 malam, saya masuk kamar lalu saya ajak dia berhubungan dan saya janjikan uang Rp 500 ribu, setelah selesai dia malah nanya mana uangnya.”

“Setelah itu terus kami berhubungan, kadang saya kasih Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujarnya seraya menyesali perbuatan itu.

6. Pelaku Terancam Penjara 15 Tahun
Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman mengungkap pelaku diringkus karena telah melakukan persetubuhan terhadap adik ipar sendiri hingga beberapa kali.

“Tersangka diringkus karena menyetubuhi anak dibawah umur yang merupakan adik ipar sendiri masih berumur 15 tahun, tersangka kita amankan dikediamannya,” ujarnya.

Kapolres menuturkan, pelaku menyetubuhi sang adik di kamar rumah mereka dan ketika sang istri ada, diduga aksi itu dilakukan tersangka dengan mengancam korban.

Pelaku

“Atas perbuatannya itu, pelaku akan kita jerat pasal 81 UU nomor 35/2014 tentang perubahan UU nomor 23/2002 tentang perlindungan anak,” ujarnya.

Pelaku terancam penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Baca juga:  Pasangan Selingkuhan di Aceh Barat Ini Tertangkap lagi Mesum dalam Mobil

Kejadian Serupa
Peristiwa yang samap terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Apri Suwarno (27) warga Deda Jambu Rejo Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas dua kali menyetubuhi adik iparnya.
Adik iparnya yang tengah duduk dibangku kelas II SMP Kecamatan Sumber Harta hamil tujuh bulan.

Bahkan saat ini ia telah berhenti sekolah karena malu dengan teman-temanya.
Biduk rumah tangga Apri pun terancam bubar, karena ia dilaporkan istri dan kakak Bunga ke Polisi.

“Pelapornya kakak korban bernama Rusli warga Desa Jambu Rejo Kecamatan Sumber Harta,” kata Kapolsek STL Ulu Trawas Iptu Arpan pada wartawan, Sabtu (7/9).

Aksi perbuatan pelaku bermula pada bulan Febuari 2019 lalu di rumah pelaku Desa Jambu Rejo Kecamatan Sumber Harta.
Saat itu korban menginap di rumah pelaku, di saat istri dan anak pelaku sudah tidur pelaku mendatangi korban dan mengajaknya mengobrol.

“Korban memang sering menginap di tempat kakak iparnya itu. Kemudian pelaku membujuk korban untuk melakukan perbuatan yang tak senonoh tersebut,” ujar Kapolsek.

Setelah melampiaskan nafsu bejadnya pelaku berkata kepada korban agar merahasiakan apa yang telah dilakukannya kepada korban.
“Perbuatan seperti ini sudah dilakukan pelaku sebanyak dua kali,” tambah Arpan.

Arpan mengungkapkan setelah kejadian itu tingkah laku korban mulai berubah dan korban sering mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.

“Ternyata perut korban agak membesar dikarenakan khawatir dengan kondisi korban akhirnya ibu korban beserta kakak iparnya membawa korban ke bidan setempat setelah,” ungkapnya.

Setelah dicek, bidan mengatakan bahwa korban tengah hamil dan usia kandungan sudah memasuki bulan ke tujuh pihak keluarga mencoba bertanya kepada korban siapa yang melakukan perbuatan itu.

“Awalnya korban hanya diam dan menangis ketika ditanya akhirnya setelah ditanya dan dibujuk oleh pihak keluarga, dia mengaku bahwa yang melakukan perbuatan tersebut adalah kakak iparnya, Apri,” ujar Arpan.

Kemudian berdasarkan keterangan yang telah di dapat dari korban akhirnya pada hari Kamis (05/9/2019) lalu pihak keluarga beserta pemerintah desa setempat memanggil pelaku ke tempat Kades.

“Awalnya pelaku tidak mengakui perbuatannya namun setelah didesak dan dipertemukan dengan korban, pelaku mengakui perbuatannya kemudian pelaku beserta saksi-saksi dan korban dibawa ke Polsek STL Ulu Terawas,” paparnya. [m/]

Sumber: Wartakota

Comments
To Top