Hukum

Tarif Prostitusi Online di Langsa Rp500 ribu untuk sekali kecan

Empat dari tujuh IRT yang ditangkap terlibat dalam bisnis prostitusi online di Langsa. Foto: For AJNN

Langsa, Mercinews.com – Polisi membongkar bisnis prostitusi online di Kota Langsa dan mengamankan tujuh orang ibu rumah tangga (IRT) yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dari tujuh IRT tersebut, dua orang berperan sebagai penghubung (mucikari), sementara lima lainnya bertugas sebagai pelacur.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam konferensi pers, Selasa (12/5) di Polres Langsa mengatakan, tarif untuk sekali main dengan wanita tersebut mencapai Rp 500 ribu.

Dari Rp 500 ribu tersebut, kata Kasat, mucikarinya mendapatkan fee Rp 100-200 ribu sekali transaksi.

Menurut pengakuan YU, salah seoarang mucikari, tambah Kasat, ia telah menjalankan bisnis haram itu sejak tahun 2018 lalu.

Baca juga:  Sebelum Ditangkap di Medan, artis FTV Hana Hanifah Terima Uang Rp20 Juta

Bisnis gelap itu dijalankan dengan sangat rapi sehingga sulit tercium oleh petugas.

“Semua prosesnya dilakukan secara online melalui telepon genggam. Bagi laki-laki yang ingin memesan akan ditunjukkan foto dan data pribadi si perempuan sebelum si perempuan diboking,” ungkap Kasat.

Sementara pengakuan HE yang juga berperan sebagai mucikari, sambung Kasat Reskrim, ia baru masuk dalam bisnis haram itu sejak Maret 2020 lalu, dan telah memiliki wanita panggilan sebanyak lima orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi menangkap tujuh IRT yang terlibat dalam bisnis prostitusi online di Langsa.

Baca juga:  Mantan kombatan GAM dan korban konflik dibekali keterampilan di Langsa

Tujuh wanita tersebut masing-masing YU (47) tercatat sebagai warga Gamping Jawa, HE (35) warga Gampong Alue Dua, berperan sebagai germo (mucikari).

Sedangkan lima perempuan yang bertugas sebagai pelacur yakni, CL (32), CJ (23) warga Gampong Paya Bujok Blang Paseh, DAR (23) warga Gampong Geudubang Jawa, FNR (22) warga Gampong Alur Dua Bakaran Bate dan IF (24) warga Gampong Paya Bujok Tuenong, semuanya berstatus IRT.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tujuh IRT itu saat ini masih diamankan di Polres Langsa guna proses hukum lebih lanjut.

[]

Comments