Mercinews

Aceh

Terkait Bendera Aceh, Forkab Ajak Mahasiswa Berfikir Cerdas dan Rawat Perdamaian

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yan

Banda Aceh, Mercinews.com – Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh mengajak mahasiswa cerdas dalam melihat polemik isu bendera Aceh secara lebih cermat dan mendalam.

“Mahasiswa tidak boleh terprovokasi dan gegabah dalam melakukan tindakan melawan hukum dengan mengibarkan bendera Bulan Bintang,” kata Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yani .

Menurut Polem, polemik berkepanjangan tentang pengibaran bendera Bulan Bintang bisa memicu konflik di tengah masyarakat yang mengharuskan jajaran kepolisian bertindak tegas setiap adanya tindakan anarkis dari para pendemo. Karena, jika terus dibiarkan, maka bisa menyebabkan terjadinya gesekan dan konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Seharusnya antara pihak pro dan kontra, jika dicermati lebih serius, kasus polemik pengibaran bendera bulan bintang merupakan kasus lama yang telah menyita energi di tengah masyarakat dan ikut juga menimbulkan penolakan keras oleh pihak Pemerintah Pusat. Karena dinilai bisa mengancam konsensus perdamaian MoU Hensinki antara pihak Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” ungkapnya.

“Kami menilai pusat telah jelas melakukan penolakan keras terhadap lambang bendera. Karena qanun bendera bulan bintang sudah dibatalkan,” tegas Polem.

Selain itu, Polem juga mengatakan, polemik bendera bulan bintang membawa dampak negatif terhadap hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh. Sehingga menimbulkan ketegangan yang cukup serius, dan ujung- ujungnya berimplikasi kepada persoalan embargo ekonomi terhadap Aceh melalui paket kebijakan, yang pada akhirnya merugikan masyarakat Aceh itu sendiri.

Baca juga:  Usai Di Kukuhkan Forkab Abdya Beri Dukungan Ke Jokowi-Ma'ruf

“Kondisi itulah yang sangat menyedihkan. Ini yang harus dihindari oleh mahasiswa agar tidak terprovokasi dan cerdas melihat subtansi isu secara lebih mendalam, dan bisa saling menjaga perdamaian yang sudah terjalin dapat terus terbina demi masa depan Aceh,” ujar Polem Muda.

 

Polem juga menyebutkan, bahwa mahasiswa adalah ujung tombak masa depan bangsa dan memikul tugas dan tanggung jawab yang cukup berat ke depannya. Untuk itu, pemaksaaan kehendak di luar kewenangannya dengan aksi hendak mengibarkan bendera bulan bintang di tiang bendera gedung DPRA itu merupakan tindakan melawan hukum.

“Aksi yang dilakukan oleh para mahasiwa ini telah memaksa polisi untuk melakukan tindakan cepat dalam melakukan pencegahan. Karena jika terus dibiarkan polisi dianggap gagal dalam menegakkan supremasi hukum di tengah masyarakat, sehingga bisa menimbulkan aksi perlawanan keras dari masyarakat yang kontra. Pada akhirnya akan melahirkan konflik serius di tengah masyarakat Aceh,” jelasnya.

Polem mengapresias tindakan cepat polisi dalam hal ini jajaran Polresta Banda Aceh, yang dinilai cukup mempuni menegakkan hukum tanpa keraguan sedikitpun. Ia menyayangkan sikap Azhari Cagee yang terkesan sarat kepentingan dalam aksi menghambat polisi untuk bertindak tegas menegakkan hukum dengan terus melindungi mahasiswa yang ingin mengibarkan bendera bulan bintang, sehingga menimbulkan aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi demo oleh mahasiswa.

Baca juga:  Jubir PA: Forkab Jangan Cari Sensasi, Bertindak Diluar Kewenangan

“Tindakan Azhari Cagee tersebut berpotensi dilakukan pelaporan atas dirinya yang telah menghampat tugas kepolisian dalam penegakkan hukum. Kami mensinyalir ada motif kepentingan politik luar biasa yang dimainkan oleh bersangkutan, atas aksi yang dibuat mahasiswa dengan turut menghasut dan menprovokasi mereka,” kata Polem.

Padahal sebelumnya, ia mengaku Forkab cukup mengapresiasi usulan revisi bendera bulan bintang sebagaimana yang sudah diajukan melalui informasi dan pernyataan yang disampaikan lewat Malek Mahmud dan Muzakir Manaf. Dalam hal ini, Forkab siap mendukung sikap resmi pemerintahan pusat, dan mengajak semua pihak bersabar dan tidak gegabah melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Terkait sikap kepolisian yang membubarkan aksi demo tersebut, Forkab Se-Aceh, mengapresiasi atas tindakan Polresta Banda Aceh yang dinilai sukses mengamankan aksi pengibaran bedera bulan bintang oleh mahasiswa sehingga tidak terjadi pengibaran bendera di instansi pemerintahan, karena berpotensi menimbulkan konflik dan kericuhan yang lebih luas,” tegasnya.

Adapun mengenai laporan Azhari Cagee ke Polda Aceh, Polem menilai bahwa laporan itu adalah sebagai bentuk pengalihan isu dengan mencari-cari kesalahan instistusi kepolisian demi menutup kasus yang sesungguhnya di aksi demo mahasiswa.

“Kami meminta Kapolda Aceh memberikan apresiasi penuh atas tindakan yang diambil Polresta Kota Banda Aceh, dengan sikap tegasnya mereka mengamankan aksi demo mahasiswa,” ujarnya.

Comments