Hukum

Terkait Berita Asusila, Polem Muda: Itu Fitnah dan Hoaks, Saya Akan Tuntut!

Polem Muda Ahmad Yani/ Foto: Modusaceh.co

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, Polem Muda Ahmad Yani membantah telah melakukan perbuatan asusila dengan menyetubuhi AN (26), seorang perempuan asal Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur di Jakarta.

Bantahan itu disampaikan, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (17/12/2019) pagi dari Banda Aceh. “Apa yang diberitakan Afnew tidak benar, semua itu hoaks dan fitnah yang ditujukan untuk menjatuhkan nama baik Polem Muda dan Forkab Aceh. Saya akan tuntut,” tegas Polem Muda.

Sebelumnya, AFNEWS.CO.ID, satu media siber yang beralamat di Kota Langsa, Provinsi Aceh  mewartakan dugaan ini. Kendati mengaku belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Polem, namun berita tersebut kadung dipublikasi.

Ceritanya begini, dengan modus operandi bisa meluluskan korban menjadi CPNS, oknum Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, berinisial AY alias PM. Diduga telah menyetubuhi AN (26) perempuan asal Kota Idi, Aceh Timur.

AY alias PM yang dimaksud rupanya Ahmad Yani alias Polem Muda, Ketua Umum Forkab Aceh.

Nah, tulis AFNEWS.CO.ID, setelah pria berusia setengah abad lebih itu puas melampiaskan hasratnya, korban dibiarkan terkatung-katung selama tiga hari di sebuah apartemen kawasan Jakarta.

Menurut keterangan korban, awalnya  pelaku menawarkan jasa bahwa dirinya bisa mengurus korban lulus menjadi CPNS. Untuk memudahkan, pengurusan tersebut  harus dilakukan di Jakarta.

“Kami ke sana (Jakarta) disuruh bawa Ijazah dan nomor registrasi CPNS agar bisa dibantu luluskan di sana,” ujar korban.

Korban bersama temannya Put (23) merasa yakin dengan iming-iming oknum Ketua Forkab tersebut, apalagi pelaku mengaku sangat kenal dekat dengan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf serta membawa-bawa nama tokoh Aceh lainnya yang ada di Jakarta.

Baca juga:  Jubir PA: Forkab Jangan Cari Sensasi, Bertindak Diluar Kewenangan

Lalu, tanggal 11 Desember 2019, korban dan temannya sepakat berangkat ke Jakarta dengan penerbangan Lion Air, dan seluruh biaya ditanggung AY alias PM. Sampai di Jakarta, korban di jemput dan dibawa ke kawasan apartemen Kalibata City Tower Viola.

Menurut pengakuan korban, begitu sampai di apartemen, AY alias PM meminta korban agar mau berhubungan badan dengannya supaya urusan pengurusan CPNS bisa berjalan lancar.

Korban sempat menolak dan ketakutan, namun diduga pelaku memaksa disertai ancaman, hingga akhirnya pria berusia senja itu berhasil melampiaskan hasrat birahinya kepada korban, tulis AFNEWS.CO.ID.

“Malam itu dua kali bapak itu setubuhi  saya. Saya sangat jijik, tapi saya takut karena di apartemen itu kami tidak dibolehkan keluar kemana-mana, dengan alasan Jakarta bahaya,” ungkap korban.

Dilanjutkan, keesokan harinya, pelaku kembali minta jatah hubungan badan. Namun kali ini ditolak mentah-mentah dan korban meminta pulang ke Aceh karena sudah tiga hari di apartemen tidak ada kejelasan urusan CPNS serta tidak dibolehkan keluar.

Bahkan tiket pulang ke Aceh yang dijanjikan pelaku sudah di pesan,  Senin (16/12/2019), hingga kini belum dipesan juga. Kondisi ini  membuat korban menjadi frustasi.

“Bapak tuha paleh nyan geupeugah dro geuh hebat, GAM jameun, aneuk buah di Aceh meuribe mandum turi getnyan. Peulom getnyan Ketua Forkab Aceh, mandum petinggi di Aceh meuturi getnyan,” ungkap korban dengan logat bahasa Aceh yang kental.

Baca juga:  Forkab Minta Komnas HAM Adil dan Tidak Memantik api kembali di Aceh

Mensikapi berita tadi, Polem Muda membantahnya. “AFnew tidak pernah mengkonfirmasi dan meminta klarifikasi kepada Polem sebelum menaikan berita. Seharusnya, sesuai etika pers, konfirmasi dan mengklarifikasi dahulu,” kata Polem saat dikonfirmasi media ini.

Masih kata Polem, ini adalah pencemaran nama baik dirinya dan Forkab Aceh. “Polem tidak pernah melakukan penyekapan dan pemerkosaan terhadap AN dan Put, karena bisa dibuktikan dari rekaman CCTV yang ada di Apartemen Kalibata City Tower Viola,” ujar Polem Muda.

Begitupun, dia mengaku mengenal AN dan Put. “Ya, saya kenal dia,”ungkap Polem pada media ini.

Polem menegaskan, apa yang di beritakan AFnew adalah hoak dan fitnah. Dan, berdasarkan UU ITE Nomor 19 tahun 2016, yang merupakan perubahan UU Nomor 11 tahun 2008. Bagi penyebar hoax, dapat diancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE).

“Isinya, setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana  penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” jelas Polem.

Itu sebabnya, Polem meminta agar AFnew meralat berita tersebut dan membersihkan nama baiknya,  karena segala sesuatu harus sesuai fakta dan proses hukum yang ada. “Jika tidak, saya akan tuntut secara hukum,” ancam Polem Muda. [m/]

 

Comments