Aceh

Terkait Polem Muda, AN Yang Dimaksud Adalah Anisa Warga Idi Rayeuk

Terkait Polem Muda, AN Yang Dimaksud Adalah Anisa Warga Idi Rayeuk/ foto: modusaceh.co

Banda Aceh, Mercinews.com – Pelan tapi pasti, misteri siapa sosok AN, gadis asal Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, yang mengaku dan diduga telah disetubuhi secara paksa, Ketua Umum Forkab Aceh Ahmad Yani alias Polem Muda, mulai terkuak.

Hasil penelusuran media ini dari berbagai sumber menyebutkan, AN (26) yang dimaksud adalah Anisa. Kabarnya, dia warga Gampong Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Begitupun, hingga berita tadi diunggah, media ini belum berhasil terhubung dengan Anisa. Padahal, penjelasan Anisa sangat penting, untuk menjelaskan kejadian atau peristiwa sebenarnya. Termasuk hubungan asmaranya dengan oknum bintara di Polda Aceh.

Sebab, walau Polem Muda mengaku mengenal Anisa dan rekannya Putri. Namun, dia membantah keras telah menyetubuhi Anisa secara paksa di Apartemen Kalibata City Tower Viola, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

“Betul itu Anisa, tapi saya tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Saya masih di Jakarta dan akan segera ke Banda Aceh, melaporkan media online yang memberitakan itu secara hukum,” ancam Polem Muda.

Penjelasan Polem Muda tadi, menjawab konfirmasi media ini, Rabu siang, 18 Desember 2019 melalui saluran telpon, setelah media ini mengirimkan satu foto kepada dirinya.

Dan dia membenarkan jika sosok yang ada pada foto itu adalah; Anisa alias AN. “Saya sudah tahu siapa dalang dibalik semua ini,” kata Polem Muda, menduga.

Siapa Anisa?

Hingga kini, sosok gadis yang satu ini memang masih asing dan misteri. Namun, dari riwayat pemberitaan yang diwartakan afnews.co.id, satu portal berita yang beralamat di Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Terkesan, Anisa alias AN memang akrab dengan “dunia ranjang” dan tak segan mengubar kisah “asmara terlarangnya” pada publik melalui media pers.

Misal, terkait kasus yang disebut-sebut melibatkan Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, Polem Muda Ahmad Yani.

Baca juga:  Ketua Forkab Resmi Laporkan Media Online Afnews ke Polda Aceh

Anisa dengan enteng dan seakan tanpa beban moral, menceritakan pada wartawan atau redaksi afnews.co.id, mengenai peristiwa yang dialaminya itu.

Bisa jadi, dia ingin memposisikan dirinya sebagai korban dari perbuatan asusila dari seorang bernama Polem Muda. Ironisnya, dia justeru tidak menempuh jalur hukum atau melaporkan perbuatan tersebut.

Kejanggalan lain, jika Anisa mengaku dipaksa “melayani” nafsu Polem Muda beberapa kali, tentu dia bisa menghubungi teman atau saudaranya melalui telpon seluler, sehingga perbuatan tersebut, tidak terulang beberapa kali.

Tak hanya itu, sebelum kejadian yang diduga dengan Polem Muda, Anisa juga punya riwayat ranjang dengan seorang oknum bintara polisi yang bertugas di Polda Aceh. Ini berdasarkan pengakuan Anisa sendiri di media pers online.

Herannya, kejadian tersebut juga diumbar Anisa pada media online, afnews.co.id. Bukalah laman afnews.co.id, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Media siber ini menulis berita; Oknum Bintara Ditsamapta Polda Aceh Berulangkali Setubuhi dan Aniaya Gadis Desa. Diduga, gadis desa yang disebut media ini adalah AN.

Disebutkan, salah seorang oknum anggota polisi Bripda Masykur yang bertugas sebagai Ba.Subditdalmas Ditsamapta Polda Aceh, dikabarkan telah berulangkali menyetubuhi AN (26), gadis desa asal Kabupaten Aceh Timur.

Selain itu, Bripda Masykur juga melakukan penganiayaan hingga membuat beberapa bagian tubuh korban mengalami luka memar.

Berdasarkan keterangan korban, Sabtu (3/8/2019, perkenalan antara Bripda Masykur dengan dirinya terjadi sekitar awal tahun 2019 lalu.

Selanjutnya, pasangan tersebut mulai menjalin hubungan pacaran. AN mengatakan dirinya yakin menjalani hubungan dengan Bripda Masykur karena yang bersangkutan berjanji akan menikahinya.

Selama masa pacaran, Bripda Masykur terus berupaya dengan berbagai bujuk rayu agar AN mau menuruti keinginan mesumnya.

Akhirnya, tanggal 29 April 2019, Bripda Masykur membawa korban AN ke tempat kostnya, kawasan Kaju Banda Aceh.

Baca juga:  Forkab Menduga, Tiyong Tak Pernah Hadiri Rapat Paripurna Selama 2018

Nah, di tempat tersebutlah, Masykur berhasil menyetubuhi AN untuk pertama kalinya. Begitu mudahkah?

“Disitu dua kali saya disetubuhi. Saya sempat menolak tapi dia terus memaksa,” ujar AN, persis seperti pengakuannya terhadap Polem Muda.

Usai disetubuhi, gadis AN sambil menangis meminta Masykur untuk bertanggungjawab atas perbuatannya.

Dan saat itu, menurut AN, Bripda Masykur mengiyakan dan berjanji akan bertanggungjawab, hingga hubungan keduanya terus berjalan.

Selanjutnya, tanggal 31 Mei 2019, Masykur kembali membawa korban AN ke sebuah tempat kos. Kali ini, Bripda Masykur membawa AN ke tempat kost teman di kawasan Prada.

Ditempat tersebut, Bripda Masykur kembali menyetubuhi AN sebanyak dua kali. Gila!

Usai melakukan perbuatan terlarang, korban AN menagih janji Masykur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, permintaan itu membuat Bripda Masykur berang hingga terjadi pertengkaran diantara keduanya.

Puncaknya, tanggal 15 Juni 2019, Bripda Masykur menganiaya gadis AN hingga korban menderita luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Mendapat perlakuan yang menyakitkan, AN hanya bisa tertunduk lesu dan tidak tahu harus melaporkan kemana. Alasannya, Bripda Masykur juga mengancam agar korban tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada siapapun.

“Saya tidak tahu mau mengadu ke siapa. Dia (Masykur) telah merusak hidup saya dan tidak bertanggungjawab,” ungkap gadis AN sambil meneteskan air mata. Aneh?

Nah, dari dua peristiwa yang diungkapkan Anisa pada media online yang sama tadi, bisa jadi, dunia ranjang bukanlah “permainan” asing bagi dia.

Terlepas alasan Anisa dia paksa. Tapi, kalau sudah terjadi berulangkali dengan pria yang berbeda pula, tentu memunculkan berbagai pertanyaan berikutnya? Untuk itu, Anisa lah yang bisa menjawabnya. Alamak! [m/]

Comments