Mercinews

Ekonomi

Terlalu Sibuk Bahas Politik, Publik Aceh Lupa Pikirkan Soal Ekonomi

Dinilai Terlalu Sibuk Bahas Politik Publik Aceh Lupa Pikirkan Soal Ekonomi - Terlalu Sibuk Bahas Politik, Publik Aceh Lupa Pikirkan Soal Ekonomi
Silaturahmi Duek Pakat dan Curah Pike. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Badan (BPPA) Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019).

Jakarta, Mercinews.com –  Begitu banyak potensi Aceh yang hingga saat ini belum sepenuhnya dikelola secara baik. Hal itu terjadi akibat publik Aceh saat ini dinilai terlalu sibuk membahas politik, tapi lupa untuk membuat perencanaan ekonomi Aceh dengan menciptakan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih baik, terutama pada tingkat daerah dan nasional.

Keprihatinan terhadap kondisi tersebut membuat sejumlah kalangan intelektual di Aceh mencetuskan Silaturahmi Duek Pakat dan Curah Pike. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019).

Kondisi tersebut diperparah lagi dengan merosotnya sosial budaya Aceh hari ini yang berdampak pada menurunnya kreativitas dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Apalagi saat ini Aceh tercatat sebagai salah salah satu daerah termiskin dari sepuluh provinsi di Indonesia.

Dalam forum itu, mantan pelaksana harian Manajer Humas Pertamina, Ridwan Nyak Baik, memaparkan perlunya para pelaku ekonomi, politisi, dan masyarakat dari berbagai disiplin ilmu untuk melihat dan memahami 15 program unggulan yang dicetuskan Pemerintah Aceh.

“Dengan memahaminya, dia yakin ke depannya Aceh tidak akan terpuruk seperti saat ini,” kata dia.

Baca juga:  Pemerintah Aceh Beri Bantuan Hukum Gratis untuk Fakir Miskin

Hal yang sama juga dipaparkan oleh Dharma A. Hasjmy yang mendorong pembangunan Aceh ke depan mulai dari pangan, SDM, pendidikan, industri, dan lain sebagainya agar menyentuh segala bidang, berkelanjutan, dan strategis.

“Apa yang kita bicarakan di sini adalah untuk kemaslahatan masyarakat Aceh dan juga untuk kebaikannya,” jelas dia.

Sementara, pengusaha T.A. Rahman Albah mengatakan, Silaturahmi Duek Pakat dan Curah Pike bersifat independen dengan tujuan utamanya memberikan hasil diskusi konten tematik strategis untuk memperkuat dan mempercepat pembangunan Aceh sejahtera rohani dan material.

Diharapkan, dari acara tersebut dapat menegakkan keharmonisan sosial budaya paham dan reaksi religius, selain memperkuat budaya berbahasa Aceh, adat istiadat, dan mempererat dan kewargaan Aceh antarsuku dan daerah.

“Serta meyakinkan Pemerintah Aceh menjalankan masukan positif secara lembaga dan secara masif,” jelas dia.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Aceh di Jakarta, pihaknya menyambut baik gelaran diskusi tersebut. Aceh hari ini membutuhkan berbagai masukan guna mempercepat pembangunan sehingga tidak terlalu jauh tertinggal dari daerah lain.

Baca juga:  Pemerintah Aceh terus Optimalkan Realisasi APBA 2019

“Kita menyambut baik kegiatan ini karena tujuannya baik, yakni demi percepatan kemajuan ekonomi, sosial dan budaya Aceh dan mencari solusi bahwa potensi Aceh belum tergarap secara sempurna,” katanya melalui siaran pers yang diterima aceHTrend Selasa malam.

Diskusi itu menghasilkan enam poin penting yaitu, acara Silaturahmi Duek Pakat dan Curah Pikei akan dibuat berkelanjutan, pemilihan diskusi dan pertemuan tematik, perkenalan profil tokoh di media sesuai kompetensi, menyampaikan bahan pertemuan kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pertemuan semua lini untuk mendukung Aceh Hebat (pertanian, perkebunan, maritim, dan perbud), serta akan menyelenggarakan kegiatan seni budaya Aceh 2020 (Aceh Businnes Meeting).

Silaturahmi tersebut akan dimasukkan pula dalam kegiatan lanjutan yang pernah diselenggarakan Pemerintah Aceh, dalam Dialog Aceh Meusapat. Acara ini juga dihadiri Barda Umur, Said Aziz, T.S. Reza, Amir Fauzi, Teuku Taufiqulhadi, M. Husein Sawit, Umaimah Wahid, Zulfikar Zakaris, dan Muslim Armas, dan lainnya.

 

Sumber: acehtrend

Comments