Dunia Islam

Tidak Shalat Jumat, 6 Pria Muslim di Malaysia Dibui 1 Bulan penjara

Warga Malaysia meninggalkan Masjid Putra setelah melakukan salat Jumat di Putrajaya, Malaysia /(Alexandra Radu - Anadolu Agency)

Kuala Lumpur, Mercinews.com – Enam warga Muslim di Terengganu, Malaysia dihukum 1 bulan penjara oleh pengadilan syariah setempat, karena tidak menjalankan ibadah salat Jumat. Hukuman ini menuai kekhawatiran publik soal konservatisme agama yang semakin meningkat di negara multi-etnis tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/12/2019), menjalankan ibadah salat Jumat menjadi kewajiban bagi seluruh pria muslim di Malaysia. Namun sangat jarang terjadi kasus di mana pria muslim setempat dijatuhi hukuman karena meninggalkan salat Jumat.

Media lokal Harian Metro melaporkan bahwa enam pria muslim yang berusia 17-35 tahun ketahuan piknik di bawah air terjun, bukannya menjalankan ibadah salat Jumat.

Keenam pria itu dijatuhi hukuman masing-masing 1 bulan penjara setelah mengaku bersalah pada Minggu (1/12) waktu setempat dalam persidangan di sebuah pengadilan syariah di negara bagian Terengganu yang tergolong konservatif di Malaysia.

Baca juga:  Mahathir: Umat Islam harus Diplomasi Cara Terbaik Mobilisasi Dukungan bagi Palestina

Mereka juga dikenai denda masing-masing antara 2.400 ringgit (Rp 8 juta) hingga 2.500 ringgit (Rp 8,3 juta).

Saat ini, keenam pria itu masih bebas setelah menyatakan akan mengajukan banding atas vonis tersebut. Berdasarkan aturan hukum syariat Islam yang berlaku di Malaysia, keenam orang itu bisa dihukum maksimum 2 tahun penjara.

Kelompok HAM setempat mengomentari kasus ini. “Dugaan tidak menghadiri salat Jumat merupakan urusan pribadi,” ucap Zaid Malek dari kelompok HAM bernama Lawyers for Liberty, dalam pernyataannya.

“Sementara tindakan semacam itu dianggap tidak pantas oleh sejumlah orang dalam komunitas muslim, hukuman pidana terlalu berlebihan dan bukan cara yang tepat untuk mengatasinya,” cetus Malek.

Baca juga:  Habisi Kim Jong-nam, Jaksa Sebut Siti Aisyah Pembunuh Terlatih

Disebutkan juga oleh Malek dalam pernyataannya bahwa hukuman pidana itu bertentangan dengan janji Menteri Agama untuk fokus pada rehabilitasi pelaku tindak kriminal, bukan hukuman.

Para pengkritik menyebut kasus ini menyoroti bahwa citra Islam yang toleran sejak lama di Malaysia sedang terkikis. Kasus ini mencuat beberapa pekan setelah empat pria setempat dihukum cambuk karena ketahuan berhubungan seks sejenis.

Malaysia diketahui memberlakukan dua sistem hukum, dengan pengadilan-pengadilan syariah menangani sejumlah kasus yang melibatkan warga muslim.

Sekitar 60 persen dari total populasi Malaysia yang berjumlah 32 juta jiwa merupakan etnis Melayu muslim. Terdapat juga etnis India dan China di Malaysia yang biasanya tidak menganut Islam.[m/]

Comments