Berita

Viral Perusuh di AS Bertato ‘Peta Indonesia’, Kemlu Pastikan Bukan WNI

Seorang penduduk membawa bendera Amerika Serikat di tengah aksi kerusuhan akibat kematian George Floyd akibat kekerasan polisi. (AP/Julio Cortez)

Jakarta, Mercinews.com – Di tengah aksi unjuk rasa yang meluas di Amerika Serikat (AS) buntut dari pembunuhan George Floyd, seorang perusuh tertangkap kamera beraksi di Philadelphia. Perusuh itu terlihat memiliki tato berupa peta Indonesia.

Potret perusuh itu viral di media sosial. Dari foto yang viral tersebut, seorang pria yang memakai oblong berwarna krem, celana pendek, serta bertopi putih terlihat hendak melemparkan sesuatu.

Jika tidak diperhatikan saksama, foto tersebut sebatas aksi seorang demonstran. Namun, jika dilihat saksama, terdapat tato bergambar peta Indonesia di lengan bagian kanan.

Baca juga:  AS Rusuh Kematian Floyd, KJRI Chicago Pastikan 1.990 WNI dalam Kondisi Aman

Foto yang menunjukkan tato peta Indonesia juga dilingkari di beberapa posting-an netizen. Belakangan, lokasi foto tersebut diketahui berada di Kota Philadelphia. Untuk melihat Sumber fotonya Anda bisa klik link ini.

Demonstran bertato peta Indonesia ikut dalam protes di Philadelphia terkait kematian George Flyod. (Foto: Dok. Istimewa)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan konfirmasi bahwa demonstran tersebut bukanlah warga negara Indonesia (WNI). Dari informasi yang dihimpun, yang bersangkutan adalah warga negara AS.

“Dari informasi yang dihimpun, yang bersangkutan warga negara AS,” ujar Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah saat dimintai konfirmasi, Senin (1/6/2020).

Baca juga:  Protes Pembunuhan George Floyd, Demonstran AS Bakar Kantor Polisi dan Mobil

Pria itu juga membuat pengakuan soal aksinya itu di akun media sosialnya. Dalam pernyataannya, dia mengatakan lahir di Jawa, namun bukan WNI.

Sebelumnya, serangkaian kerusuhan terjadi di sejumlah wilayah AS. Kerusuhan yang terjadi merupakan buntut panjang akibat kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam, di lutut polisi Minneapolis. Imbasnya, jam malam telah diberlakukan di berbagai kota di AS dalam upaya meredam konflik antara demonstran dan polisi menyusul kematian Floyd.

[m/]

Sumber: detikcom

Comments