Nasional

Viral Seruan Anies ‘Tunda Hubungan Suami-Istri Cegah Corona’, Pemprov: Hoax

Ilustrasi virus

Jakarta, Mercinews.com – Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan terkait foto dengan tulisan seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tidak melakukan hubungan suami istri untuk mencegah virus Corona (COVID-19). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa seruan tersebut tidak benar atau hoax.
Dilihat detikcom, Kamis (26/3/2020), dalam foto tersebut tertulis judul, ‘Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Hubungan Suami Istri Dalam Rangka Penghentian Penyebaran Virus Covid-19 di Lingkungan Keluarga.’ Ditulis juga isi seruan gubernur dalam beberapa kalimat, yaitu:

Penghentian sementara hubungan suami-istri

Dalam rangka penghentian penyebaran virus COVID-19

Di lingkungan keluarga

Dalam rangka menghambat penyebaran Virus COVID-19 maka untuk sementara waktu, hubungan suami istri dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Demikian himbauan ini untuk dapat diperhatikan dan dilaksanakan.

Terima kasih dan mohon bersabar.

Tertuang pula tanda tangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan disertai cap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan foto viral tersebut tidak benar. Pemprov DKI Jakarta memberikan penjelasan dalam kanal Jala Hoaks, https://data.jakarta.go.id/jalahoaks/.

Baca juga:  Pesta Pernikahan di Gampong Ujong Reuba Aceh Utara Dibubarkan Polisi

“Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan bahwa Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 tersebut adalah tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (Covid-19),” tulis Pemprov dalam situs tersebut.

Baca juga:  Gubernur Sultra: Terimakasih Pembuat Video 49 WNA China di Bandara Haluoleo

Dari temuan itu, disimpulkan bahwa Anies tidak pernah mengeluarkan seruan larangan berhubungan suami istri untuk pencegahan Corona.

“Informasi dalam foto yang menyebutkan bahwa Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 mengatur tentang Penghentian Sementara Hubungan Suami Istri Dalam Rangka Penghentian Penyebaran Virus Covid-19 di Lingkungan Keluarga, adalah tidak benar. Isi sebenarnya dari regulasi tersebut telah diubah sebagai lelucon yang dapat berpotensi untuk mengelabui penerima pesan,” kata Pemprov DKI.

“Kategori Informasi: Disinformasi. Kategori Hoaks: Sindiran/ Parodi (Satire/ Parody),” sambungnya.

[m/news]

Sumber: detikcom

Comments