Mercinews

Editorial

Waled Husaini: Saya Sudah Bersabar, Mawardi Ali Ternyata Pembohong dan Munafik!

Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab atau akrab disapa Waled Husain

Aceh Besar, Mercinews.com – Telpon seluler saya berdering kuat pukul 12.17 WIB, Rabu, 16 Oktober 2019. Dari tampilan layar muncul nama Tgk. Husaini A. Wahab atau akrab disapa Waled Husaini.

Dia Wakil Bupati, mendampinggi Mawardi Ali, Bupati Kabupaten Aceh Besar Periode 2017-2022.

“Assalamu’alaikum. Lon ka trep hana meurumpok sagai ngon droneh, setelah PORA 2018. Pu na wate siat taduk, ba’da shalat zhuhur ta jeb kupsi di D. Energy Cafe, Lamsayun. Lon dari Jantho langsung keunan. (Assalamu’alaikum. Saya sudah lama tidak bertemu Anda, setelah PORA 2018. Anda punya waktu sejenak, setelah shalat zhuhur kita ngopi bersama di D. Energy Cafe Lamsayun. Saya dari Jantho langsung ke sana),” ajak Waled.

Mendapat kehormatan itu, saya pun langsung mengamininya. “Get Waled, Insya Allah, poh dua lon ka trok keunan. (Baik Waled, Insya Allah pukul dua saya tiba di sana),” balas saya.

Usai shalat dan makan siang, saya pun meluncur ke tempat tujuan. Rupanya, Waled sudah lebih dulu tiba. “Siat beh, lon duk ngon gob siat (Sebentar ya, saya duduk dengan orang lain sebentar),” kata Waled minta waktu.

Baca juga:  Waled Husaini: Aceh Mampu Berdiri Sendiri Tanpa Investor

Lima menit kemudian, Waled pun berpindah meja. Ya, walau saya bukan seorang santri, apalagi alumi Dayah Ruhul Fata, Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, tempat Waled Husaini menanamkan ajaran tauhid, aqidah dan syariah pada ribuan putri dan putri Aceh. Namun, hubungan saya dengan Waled Husaini memang sudah lama terjalin.

“Ta pajoh empek empek saboh pingan dua jet (Kita makan empek empek satu piring berdua mau),” tawar Waled. “Lon sami’na wa atha’na (saya dengar dan ikut saja) Waled,” ucap saya sambil senyum.

Nah, dari sanalah awal cerita bergulir, tentang kisah dan “nasib” haru birunya sebagai Wakil Bupati Aceh Besar tanpa peran dan “kehormatan”.

“Saya sudah cukup bersabara. Mawardi Ali itu pembohong dan pemimpin munafik,” kata Waled, memulai pembicaraan dengan suara tinggi. Terkesan dia marah dan emosi.

“Kenapa Waled kelihatan begitu serius dan marah,” balas saya bertanya. “Saya pikir dia berubah. Ternyata semakin menjadi-jadi. Saya akan berjihad, melawan kezaliman dia kepada rakyat Aceh Besar. Saya bertanggungjawab dengan apa yang akan saya ucapkan,” balas Waled kembali.

Baca juga:  Wakil Bupati Waled Husaini: Kalau Saya Dianggap Ban Serap, Tunggulah Kehancuran!

Puncak kemarahan ini rupanya yang keduakali. Sebelumnya, Minggu, 28 Juli 2019, Waled Husaini juga mengkritik kepemimpinan Mawardi Ali sebagai mitranya (baca: Dibalik Imbauan Mawardi Ali. Waled Husaini: Saya Tidak Tahu Karena tak Diajak!).

Dia mengaku tak dilibatkan dalam berbagai kebijakan, usai memenangkan konstestasi Pilkada 2017.

Begitupun, media ini tak berhasil melakukan konfirmasi kepada Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, terkait berbagai pengakuan Waled Husaini ini. Sebab, sejak pemberitaan beberapa waktu lalu, Mawardi Ali memblokir semua pesan dan sambungan dari nomor telpon seluler saya. Kabarnya dia marah besar saat, media ini mewartakan wawancara Waled Husaini sebelumnya.

“Kami tidak berani berikan Bang, kalau tidak ada perintah dari Pak Bupati,” begitu ungkap seorang staf di Pemkab Aceh Besar, saat redaksi media ini meminta nomor telpon seluler Mawardi Ali, Jumat sore. [m/]

 

Sumber: Modusaceh.co

Comments