Mercinews

Aceh

Wali Nanggroe Aceh Tak Setuju Dengan Referendum

Wali Nanggroe Aceh Tak Setuju Dengan Referendum

Banda Aceh, Mercinews.com – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud menilai bahwa seruan Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf yang menggaungkan referendum hanyalah upaya untuk meredam keresahan anak buahnya selama ini.

“You bisa tanya langsung kepada Mualem, tapi asumsi saya, selama ini saya sebagai Wali Nanggroe diserang dari berbagai arah, dan diminta turun,” kata Malik Mahmud saat ditemui Beritakini.co usai menghadiri buka puasa bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Banda Aceh, Selasa malam (28/5/2019).

Sebagai Panglima, Muzakir Manaf terus mendapat protes dari jajarannya di tingkat bawah. “Kan anak buahnya banyak di seluruh Aceh, kan mereka marah,” katanya.

Baca juga:  Panglima TNI Bakal Terima Penghargaan dari Wali Nanggroe

“Jadi, (referendum) itu seperti untuk menenangkan mereka (anak buahnya).”

Karena itu, kata Malik Mahmud, dia menilai bahwa seruan itu tak lebih dari retorika saja.

“Supaya anak buahnya itu tidak marah lagi, seperti ada jalan keluarnya lah,” katanya.

Kendati Malik Mahmud menilai ajakan itu masih dalam kategori retorika, namun faktanya reaksi dari seruan Muzakir Manaf yang disampaikannya saat peringatan Kesembilan Tahun wafatnya Wali Neugara Aceh, Tgk Muhammad Hasan Ditiro di Amel Convention Hall, Banda Aceh, itu disambut positif sebagian masyarakat.

Bahkan memantik semangat dan kisah sukses lampau di mana jutaan rakyat Aceh sempat menggelar referendum, yang terpusat di Masjid Raya Baiturahman. Laman-laman media sosial juga telah dipenuhi dengan dokumen-dokumen lama tentang referendum tersebut.

Baca juga:  Anggota DPD RI Rafli Kande Dukung Referendum Aceh

Meski begitu, Malik tetap menilai hal itu tak akan terealisasi. “Ndak…ndak, Dia dalam rangka menenangkan anak buahnya saja,” kata Malik.

Menurut Malik Mahmud, dengan keadaan Indonesia saat ini, referendum tak cocok digaungkan.

“Kita kan sayang Indonesia ini, jangan sampai pecah lah. Kita sudah perjuangkan semuanya. Sedangkan saya sudah bikin perdamaian, perjanjian, supaya jangan terpecah-pecah,” katanya.

Karena itu, Malik Mahmud tak setuju dengan referendum tersebut.

Apalagi saat ini Indonesia sedang dalam nuansa kisruh. “Ndak usahlah (Referendum),” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.