Nasional

Wali Nanggroe Temui Dubes Uni Eropa di Jakarta, Ini Yang Bahas

usai berdiskusi terkait MoU Helsinki di Kedubes, Jakarta, Rabu (19/2/2020). - For Serambinews

Jakarta, Mercinews.com – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket di Kantor Kedubes RI, Jakarta, Rabu (19/2). Pertemuan itu membahas tentang MoU Helsinki yang sampai saat ini belum sepenuhnya terealisasi.

Dalam pertemuan Wali Nanggroe didampingi Ketua PA/KPA Muzakir Manaf, Ketua DPRA Dahlan Djamaluddin, Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, Ketua KPA wilayah Bireuen, Darwis Djeunib, Juru Bicara KPA Azhari Cage dan Staf Khusus Wali Nanggroe Muhammad Raviq.

Malik Mahmud dalam pertemuan itu mengatakan, implementasi MoU Helsinki belum sepenuhnya terealisasi sebagaimana perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia.

Padahal, usia perdamaian Aceh sudah 15 tahun.

Baca juga:  WSFN Mengutuk Sikap Kekerasan Aparat Polisi RI terhadap Aksi Damai Mahasiswa Aceh

“Ada beberapa poin yang belum terlaksanakan. Saya beberapa waktu lalu berjumpa Presiden RI Joko Widodo, membahas tentang MoU Helsinki dan respon Presiden sangat bagus,” ujar Malik Mahmud usai melakukan pertemuan melalui rilis.

Presiden Jokowi, katanya, juga berharap poin-poin yang belum terselesaikan dapat segera diselesaikan, terutama terkait bendera dan lambang Aceh.

Presiden meminta waktu tiga bulan,” ujar Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe menambahkan, harus diakui bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh terpuruk saat konflik yang berkepanjangan terjadi di Aceh.

Namun setelah damai, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah investor bagi siapapun.

Karena kondisi Aceh sekarang sudah aman,” sebutnya.

Pada kesempatan itu pula, Wali Nanggore mengundang Dubes Uni Eropa untuk berkunjung ke Aceh, guna melihat perkembangan Aceh dan potensi investasi yang ada di sana.

Baca juga:  KPA Pase: Pemerintah Jangan ‘Bermain Api’ dengan Rakyat Aceh

“Direncanakan Dubes akan datang pada tanggal 2 Maret 2020,” tambahnya.

Sementara Dubes Uni Eropa Vincent Piket, menyambut baik dan berterimakasih atas laporan yang disampaikan kepadanya.

Selanjutnya, diskusi yang berlangsung satu jam itu akan segera dilaporkan ke pimpinan di negaranya.

“Karena saya masih baru sebagai Dubes, saya belum terlalu agresif. Namun saya akan laporkan ke pimpinan di negara saya, apa yang saya dapatkan hari ini. Karena ini sesuatu yang sensitif,” ujarnya didampingi Political Advisor, Ms Laura BEKE.

Terkait dengan perekonomian, pihaknya juga akan berusaha mencari investor untuk Aceh supaya dapat berinvestasi di provinsi paling barat di Pulau Sumatera itu.

[m/]

Sumber: Serambinews

Comments