Aceh

Warga Aceh Barat amankan pria diduga kurang waras, sempat dituduh penculik Anak

Warga Desa Cot Rambong, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, mengamankan seorang pria diduga kurang waras dan sempat dituduh sebagai penculik anak. Pria ini kemudian diamankan ke mapolsek setempat dan kemudian di bawa ke sebuah rumah sakit di Meulaboh untuk diperiksa kejiwaannya, Minggu (23/2/2020). (ANTARA/HO)

Meulaboh, Mercinews.com – Petugas kepolisian di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (23/2) siang mengamankan seorang pria diduga kurang waras setelah sebelumnya diramaikan oleh massa di kawasan Desa Cot Rambong, kecamatan setempat.

Informasi yang diterima, pria yang tidak memiliki identitas ini sempat diamuk massa karena dituduh sebagai penculik anak.

Beruntung saat diramaikan massa, pria malang ini sempat diamankan oleh anggota TNI dari Koramil Woyla Baratn yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, dan kemudian diserahkan ke polisi agar diamankan.

Baca juga:  KIP Abdya Masukan penderita gangguan jiwa dalam daftar pemilih tetap

“Pria yang sudah kita amankan ini diduga kurang waras dan sempat diramaikan massa,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK diwakili Kapolsek Woyla Barat, Ipda Muhammad Jafar, Minggu siang.

Karena diduga kurang waras, pria tersebut kemudian dibawa ke Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat untuk diperiksa kejiwaannya di rumah sakit setempat.

Menurutnya, dari saku celana pria tersebut polisi hanya mengamankan uang tunai belasan ribu rupiah, dan tidak ditemukan identitas lainnya dari pria ini.

Ipda M Jafar meminta kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri apabila menemukan warga yang dicurigai atau tidak memiliki identitas, serta melaporkannya kepada aparat desa atau kepolisian terdekat.

Baca juga:  Bocah di Pidie Nyaris Jadi Korban Penculikan OTK Saat Pulang Sekolah

Hal ini diperlukan agar masyarakat tidak terjerat dengan pelanggaran hukum apabila melakukan tindak pidana main hakim sendiri.

“Ke depan, apabila masyarakat menemukan siapa saja yang dicurigai, agar tidak dihakimi. Laporkan kepada kepolisian atau aparat desa, sehingga bisa diambil tindakan sesuai aturan yang berlaku,” imbau Ipda Muhammad Jafar.

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Uploader : Salahuddin Wahid

Comments