Nasional

Wiranto: Demo Tolak RUU Hanya Akan Kuras Energi

aksi Massa mahasiswa yang berdemo di depan kompleks DPR/MPR

Jakarta, Mercinews.com – Menko Polhukam Wiranto mengatakan aksi demonstrasi hanya akan menguras energi. Sebab, DPR menunda pengesahan RUU KUHP, Pertanahan, Pemasyarakatan, dan Ketenagakerjaan.

Wiranto mengatakan aksi demonstrasi tidak relevan lagi. Masukan itu, menurut Wiranto, bisa disampaikan dengan cara lain, yakni dialog dengan DPR periode selanjutnya atau dengan pemerintah.

“Maka sebenarnya demonstrasi-demonstrasi yang menjurus kepada penolakan Undang-Undang Kemasyarakatan, KUHP, Ketenagakerjaan itu sudah nggak relevan lagi, nggak penting lagi, karena bisa diberikan masukan kan lewat jalur-jalur yang tidak boleh di jalanan,” kata Wiranto dalam jumpa pers di gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa Seperti dilansir detikcom (24/9/2019).

Baca juga:  Mantan Aktivis GAM Pasee Sesalkan Sikap Represif Polisi 14 Tahun Perdamaian Aceh

Wiranto mengimbau agar rencana demo terkait penolakan RUU diurungkan. Sebab selain menguras energi, menurut Wiranto, demo juga akan mengganggu masyarakat

“Saya betul-betul mengimbau di sini agar rencana demonstrasi yang menyangkut penolakan tentang undang-undang yang saat ini ditunda itu lebih baik diurungkan karena hanya akan menguras energi kita akan membuat masyarakat tidak tentram, mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Wiranto menilai lebih baik didiskusikan masukan dan tambahan apa dari masyarakat yang perlu didengarkan DPR periode berikutnya maupun pemerintah. Hal itu agar tidak menimbulkan kerugian saat disahkan menjadi undang-undang kelak.

Baca juga:  Presiden Jokowi Minta Bangunan Rusak Akibat Rusuh di Papua Diperbaiki

“Saya kira lebih baik urungkan dulu sambil kita bincangkan apa-apa yang perlu masukan dan tambahan dari masyarakat apakah yang perlu didengarkan oleh DPR yang akan datang atau pemerintah yang akan datang, agar undang-undang ini pada saat diundangkan tidak menimbulkan kerugian tidak menimbulkan pro dan kontra terlalu lebar antara masyarakat kita,” tuturnya. [m/]

 

Comments