Terkait Sumur Minyak di Aceh Timur, Komisi II DPRA Dorong Pemerintah Bentuk Tim Khusus



Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Komisi II DPRA Nurzahri mengatakan, pihaknya mendorong Pemerintah Aceh membentuk tim khusus untuk mencari solusi kongkrit terkait persoalan sumur minyak tradisional yang ada di Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Kemarin, Komisi II telah memanggil pihak terkait masing-masing Dinas ESDM, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Biro Ekonomi Pemerintah Aceh, dan Pemkab Aceh Timur.

Baca Juga:  Korupsi BPKS, Abdullah Saleh: Ada Penyalahgunaan Wewenang

“Perlu dicarikan solusi agar masyarakat di Ranto Peureulak yang menggantungkan hidupnya melalui pengeboran minyak tidak gelisah dengan adanya instruksi penutupan sementara,” kata Nurzahri pada BERITAKINI.CO, kemarin.

Dalam rapat tersebut, kata Nurzahri, juga sudah dipetakan permasalahan dan penanganannya. Ke depan, lanjut Nurzahri, dipandang perlu meminta Kementerian ESDM untuk dapat merubah regulasi terkait pertambangan rakyat.

Baca Juga:  Ini Kata Ketua Fraksi PA DPRA Soal KPU Ambil Alih KIP Aceh

“Sebab di dalam Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2008 yang diatur adalah pemanfaatan sumur tua, dan itu ada mekanisme yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Sementara kasus di Ranto Peureulak, bukan sumur tua akan tetapi masyarakat melakukan pengeboran baru dan ini tidak masuk dalam permen tersebut, untuk itulah dalam rapat koordinasi kemarin komisi II mendorong Pemerintahan Aceh untuk melakukan lobi kepada Kementerian ESDM agar dapat menyempurnakan Permen tersebut,” katanya.

Baca Juga:  DPR Aceh Tetapkan 7 Anggota KIP Aceh Terpilih 2018-2023

Nantinya, kata Nurzahri, masyarakat dapat melakukan pengeboran minyak secara legal, sebagai usaha pertambangan rakyat.

“Jika rencana ini disetujui oleh Menteri ESDM nantinya masyarakat wajib membentuk badan usaha berbadan hukum seperti koperasi misalnya, yang di dalamnya ada pelatihan tentang keselamatan pengeboran,” katanya.[] beritakini.co

  • 46
    Shares
Berikan Komentar