Asia Pasifik

Jelang Pemilu, Anwar Ibrahim Minta Warga Malaysia Pilih Mahathir

images 17 - Jelang Pemilu, Anwar Ibrahim Minta Warga Malaysia Pilih Mahathir

Jakarta, Mecinews.com — Pemimpin oposisi yang tengah menjalani hukuman penjara, Anwar Ibrahim, mendorong pemilih Malaysia untuk memilih mantan musuh politiknya, Mahathir Mohamad. Pernyataan itu disampaikan kurang dari 24 jam sebelum pemilihan umum dimulai di negara tersebut.

Perdana Menteri Najib Razak beserta koalisi Barisan Nasional (BN) yang telah menguasai Malaysia selama lebih dari enam dekade dihadapkan dengan duet Anwar dan Mahathir yang menyatukan suara untuk mengakhiri kekuasaan pemimpin negara terjerat skandal itu.

Aliansi Najib dihadapkan risiko yang jauh lebih besar ketimbang pemilu sebelumnya, dan sejumlah analis memperingatkan performa buruk bisa memicu revolusi internal melawan lelaki berusia 64 tahun tersebut.

Baca juga:  Gebrakan Mahathir: Sikat Koruptor, Ancam Singkirkan Kroni-kroni Najib

“Saya mendorong Anda sekalian untuk bergabung dengan gerakan masyarakat untuk menuntut perubahan,” kata anwar dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Senin malam (7/5). Hal itu disampaikan dari rumah sakit tempat ia dirawat usai menjalani operasi bahu.

Meski masih menjalani masa hukuman penjara, Anwar selama bulan ini dirawat di rumah sakit. Ia mendekam di balik jeruji pada 2015 karena karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan sodomi, sementara para pendukungnya menyebut kasus itu berlatar belakang politik.

Anwar pertama kali dipenjara setelah Mahathir memecatnya dari jabatan wakil perdana menteri pada 1998 silam.

Baca juga:  Viral, 50 Tas Mewah Milik Istri Najib Hendak Disembunyikan

Dia kemudian memulai gerakan reformasi, bertujuan untuk mengakhiri pemerintahan berbasis ras dan patronase BN. Namun, langkah Anwar dijegal kasus sodomi dan penjara yang selama ini terus ia bantah meski sudah mendekam di penjara.

Kedua pemimpin meninggalkan perselisihannya pada 2016 dan sepakat menggabungkan barisan untuk melengserkan Najib.

Anwar yang bakal dibebaskan pada 8 Juni ini menyatakan kemitraannya dengan Mahathir merupakan “kekhawatiran terbesar” partai penguasa.

“Mahathir telah membuktikan kegigihannya, menerima batasan-batasan di masa lalu, meminta maaf dan mengorbankan waktu dan energinya untuk membangkitkan martabat bangsa dan negara,” kata Anwar.[] [ CNN Indonesia]

Comments

Kabar Popular

To Top