Mercinews


Nur Fitri Taher Terima Penghargaan Dari Presiden Turki

IMG 20180509 WA0005 - Nur Fitri Taher Terima Penghargaan Dari Presiden Turki

Mercinews.com – Aktifis dan relawan MER-C Nur Fitri Taher menerima penghargaan dari International Mount of Olive Peace Awards yang diserahkan oleh Istri Presiden Turki Emine Erdogan, Senin 7/5 di Istanbul, Turki.

IMG 20180509 WA0000 - Nur Fitri Taher Terima Penghargaan Dari Presiden Turki

Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.

Dalam sambutanya di hadapan Presiden dan pejabat pemerintahan Turki, Nur Fitri mengatakan bahwa sebenarnya dia merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut.

“Saya sadar benar bahwa sebenarnya saya tidak layak menerima penghargaan ini, jadi saya akan mendedikasikan penghargaan ini untuk saudara-saudara yang gugur di Mavi Marmara dan untuk seluruh syuhada yang gugur ketika mereka membela Palestina” ujarnya.

Baca juga:  Siswa Mulai Belajar di Sekolah Darurat Buatan UAR dan MER-C di Lombok

IMG 20180509 WA0004 - Nur Fitri Taher Terima Penghargaan Dari Presiden Turki

Pemimpin relawan MER-C saat misi Mavi Marmara ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang terhadap kepeduliannya terhadap Palestina.

“Saya ingin berterima kasih kepada anda semua dan kepada semua orang yang memiliki kepedulian terhadap Pelestina, tapi mungkin kita harus memiliki kepedulian yang lebih lagi karena mungkin dengan begitu Allah akan menurunkan bantuanNya kepada kita. Dan mungkin ketika saat itu tiba, Palestina akan merdeka” ujarnya.

Penghargaan tahunan yang baru pertama kali diadakan ini memberikan penghargaan kepada para penggiat kepalestinaan dari berbagai negara di dunia.

Selain Nur Fitri, lembaga internasional tersebut juga memberikan penghargaan kepada orang tua dari Muhammad Abu Khader, remaja Palestina yang dibakar oleh pemukim ilegal Yahudi pada 2014.

Baca juga:  Turki Tangkap Ilmuwan Muslim Adnan Oktar dan 234 Pengikutnya

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada orang tua Rachel Corrie, aktifis asal Amerika Serikat yang tewas dilindas sebuah buldoser milik Israel ketika hendak menghancurkan rumah warga Palestina.

“Rachel datang ke Gaza sebagai warga negara dunia dalam rangka melawan ketidakadilan bagi siapapun didunia ini” kata Cindy Corrie, ibu Rachel Corrie dalam sambutannya.

Selain ketiga wanita tersebut, seorang aktifis asal Swedia Benjamin Ladraa turut pula menerima penghargaan atas kepeduliannya terhadap Palestina. Ladraa berjalan sejauh 5.000 km dari Swedia menuju ke Al Quds untuk mengkampanyekan kepeduliannya terhadap Palestina.

Penghargaan juga diberikan kepada syahid Naji Ali, aktitif – kartunis yang terkenal dengan karakter Hanzalah. (NIA, NFT- MERC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.