Penyanderaan dan Rusuh di Mako Brimob Berakhir Sekitar Jam 7.15 WIB Pagi Tadi



Jakarta, Mercinews.com – Wakapolri Komjen Pol Syafrudin menegaskan, kerusuhan dan penyanderaan yang terjadi di Markas Korps Brimob (Mako Brimob), Depok, telah berakhir.

“Penyanderaan berjalan selama 36 jam di mana terdapat 155 tahanan dan satu tewas,” kata Komjen Pol Syafrudin, Kamis (10/5/2018).

saat subuh tadi, 145 dari 155 teroris langsung menyerah tanpa syarat dengan meninggalkan sekitar 30 pucuk senjata.

Baca Juga:  18 Jam Rusuh Mako Brimob: 6 Kantong Jenazah, 6 Peti, Tanpa Penjelasan

“Senjata ditinggal. Padahal mereka juga sudah merampas senjata kurang lebih 30 pucuk. Bukan seenjata organik militer atau kepolisian tetapi senjata sitaan dari aparat keamanan, kepolisian pada saat melaksanakan operasi-operasi lawan teroris,

Komjen Pol Syafrudin mengungkapkan, operasi dilakukan dengan upaya-upaya persuasif untuk menghindari jatuhnya korban.

Baca Juga:  7 Ambulans Masuk ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok

“Operasi berakhir 7.15 WIB. Seluruh tahanan teroris persen telah menyerahkan diri. Ini masih proses. Seluruh tahanan yang menyerahkan diri diambil langkah-langkah untuk dipindahkan,” ucapnya.

Sebelumnya Komjen Pol Syafrudin mengatakan, pihak Polri meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas terjadi insiden kerusuhan hingga penyanderaan ini.

Wakapolri mengakui, kerusuhan narapidana (napi) teroris di Mako Brimob membuat semua kondisi di sekitar Mako Brimob terganggu dan dunia juga ikut menyoroti peristiwa ini.

Baca Juga:  Polisi Tepis Klaim ISIS Dalangi Kerusuhan di Tahanan Mako Brimob

“Selaku pimpinan Polri, komando kepada seluruh rakyat Indonesia, karena terganggu, ini jadi pusat perhatian dunia, Polri minta maaf walaupun Polri jadi korban,” kata Komjen Pol Syafrudin.[] Sindonews

  • 132
    Shares
Berikan Komentar