Operasi Patuh 2018, Satlantas Aceh Besar Amankan Airsoft Gun dan Senjata Tajam

Aceh Besar, Mercinews.com – Selama pelaksanaan operasi patuh rencong sejak 26 April sampai 9 Mei 2018, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Besar menilang 469 pelanggar, dan juga mengamankan satu pucuk Airsoft Gun laras panjang aktif serta beberapa senjata tajam lainnya.

Kepala Satlantas Aceh Besar, AKP Vifa Fibriana Sari SIK mengatakan, berdasarkan hasil penindakan selama operasi patuh rencong 2018 ini, pihaknya telah menilang sebanyak 469 pelanggar dengan barang bukti Surat Izin Mengemudi (SIM) berjumlah 206, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 216, kendaraan roda dua 25, roda empat 21, dan satu untuk kendaraan roda enam.

“Penindakan tahun ini meningkat dibandingkan dengan operasi patuh 2017 sebanyak 153 tilang atau 117 persen, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, karena 2017 hasil pennindakan selama operasi patuh hanya 216 tilang,” kata AKP Vifa Fibriana Sari saat menggelar konferensi pers di Satpas SIM Aceh Besar, Jumat (11/5).

Selain itu, kata Vifa, Satlantas Aceh Besar juga mengamankan sepucuk Airsoft Gun aktif dari pengendara mobil, serta beberapa senjata tajam lainnya yakni dua parang, dua pedang dan satu golok, selama operasi berlangsung.

Tak hanya itu, lanjut Vifa, pihaknya juga telah mengungkap kasus tabrak lari yang terjadi pada Senin, 7 Mei 2018 pukul 06.30 WIB di Sibreh, antara mobil barang jenis truk BL 8972 AE kontra sepeda motor yamaha Jupiter BL 5752 LAA.

“Rabu 9 Mei 2018, saat Unit Laka melaksanakan pengaturan pagi hari, melihat mobil truk tersebut melintas, kemudian dilakukan pengejaran dan penangkapan setelah mencocokkan BB kayu potongan truk yang didapatkan saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), saat ini sopir serta truk tersebut telah diamankan,” jelas Vifa.

Vifa menyampaikan, pelanggaran lalu lintas di Aceh Besar masih didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm, yaitu sebanyak 200 pelanggar, kemudian tidak mengenakan Safety Belt (sabuk pengaman), melawan arus dan pengendara di bawah umur (pelajar).

Vifa menuturkan, walaupun penindakan selama ini sudah ditingkatkan, namun angka kecelakaan masih terus bertambah di Aceh Besar, padahal edukasi selalu diberikan. Karena itu ia membutuhkan bantuan masyarakat terutama orang tua untuk menjaga anak-anak yang masih belajar.

“Karena kami lihat pengendara di bawah umur banyak sekali, untuk itu kami minta masyarakat tidak memberikan fasilitas roda dua atau roda empat kepada anaknya yang masih dibawah umur,” ujar Vifa Fibriana Sari.[] ajnn

  • 50
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved

Ke Atas