3 Kali Tak Hadir, Nizarli Dinilai Tak Hargai Komisi I DPRA



Banda Aceh, Mercinews.com – Untuk ketiga kalinya, pertemuan yang telah direncanakan Komisi I DPRA untuk membahas kontroversi pengangkatan Nizarli sebagai Kepala Biro Pengadan Barang dan Jasa Pemerintah Aceh, gagal.

Ketua Komisi I DPRA Azhari Cagee mengatakan, Nizarli sendiri tak hadir tanpa keterangan apapun. “Kami anggap selesai dan kami sudah tidak ambil pusing lagi,” kata Azhari pada wartawan, Jumat (11/5/2018).

Pengangkatan Nizarli sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa memang sempat menuai kontroversi setelah diketahui bahwa akademisi itu belum mengantongi izin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian di intansinya.

Baca Juga:  Irwandi Yusuf diboyong ke Jakarta, Ketua DPRA: Ini Menjadi Duka Bagi Kita Bersama

Baca: Gubernur ‘Pertahankan’ Posisi Nizarli Sebagai Kepala ULP

Sementara pegawai negeri sipil yang berasal dari perguruan tinggi harus mendapatkan izin tertulis tersebut.

Jumat pekan lalu, Komisi I DPRA juga telah memanggil Nizarli dan sejumlah pihak terkait. Namun pertemuan batal lantaran saat itu Pemerintah Aceh melantik puluhan pejabat eselon II.

Baca Juga:  Tolak Seluruh Jawaban Gubernur Irwandi, DPRA Ancam Ajukan Hak Angket

Baca: Ada Pelantikan Pejabat, Komisi I DPRA Batal Gelar Pertemuan Bahas Soal Pengangkatan Nizarli

Sementara Azhari mengatakan, ketidakhadiran Nizarli untuk ketiga kalinya ini diduga lantaran dia memang dilarang oleh atasannya.

“Apalagi hubungan antara DPRA dengan Pemerintah Aceh memang kurang harmonis,” kata Azhari.

Atas sikapnya itu, Komisi I DPRA menilai Nizarli tak menghormati lembaga wakil rakyat. “Karena itu, jangan harap DPRA menghargai Nizarli,” katanya.

Baca Juga:  Anggaran Belanja Aceh Tahun 2019 Direncanakan Rp15,7 Triliun

Ke depan, kata Azhari, selain akan memanggil panitia seleksi Penerimaan Jabatan Tinggi Pratama, Komisi I DPRA juga akan berkonsultasi dengan Komisi ASN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, menanyakan sah tidaknya Nizarli diangkat sebagai kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Aceh.

“Rapat hari ini hanya dihadiri oleh Kamaruddin Andalah mewakili Baperjakat, Husni Jalil mewakili Rektor Unsyiah, dan Muhammad sebagai Kepala Badan Kepegawaian Aceh,” katanya.[] beritakini

  • 49
    Shares
Berikan Komentar