Terserang Penyakit Asma, Waga Aceh Utara Meninggal di Penjara Malaysia

Aceh Utara, Mercinews.com – Muzakkir (43), warga Gampong Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dikabarkan meninggal dunia di Penjara Kajang, Selangor Malaysia. Penyebab Muzakir kehilangan nyawanya karena terserang penyakit asma saat berada di sel tahanan itu.

Ketua Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA), di Malaysia pada Rabu malam, Abu Saba mengatakan, informasi meninggalnya Muzakkir diperoleh dari dokter di sebuah rumah sakit di Kajang Malaysia, Kamis lalu (10/5), yang mengabarinya bahwa ada warga Aceh tanpa dokumen meninggal dunia akibat penyakit asma. Atas informasi tersebut, dirinya mencoba menelusurinya dengan mendatangi rumah sakit dan penjara tersebut.

Baca Juga:  Hendak ke Malaysia Secara Ilegal, Megawati Meninggal Dunia Tenggelam

“Hasilnya, saya menemukan jasad warga Aceh atas nama Muzakkir disana, dan menurut otoritas penjara bahwa tidak ada pihak keluarga yang dapat dihubungi, karena tidak ada dokumen yang dimiliki oleh almarhum Muzakkir,” katanya, Kamis (17/5).

Sambungnya, setelah dipastikan jenazah dimaksud benar warga Aceh, ia mengambil foto untuk disebar di media sosial dengan tujuan agar ada pihak keluarga yang mengetahuinya. Alhasil, akhirnya ada pihak keluarga yang menghubungi dan menyerahkan dokumen guna tindaklanjut pengurusan untuk pemulangan jenazah tersebut.

Baca Juga:  Terlantar di Malaysia 2 Tahun, Haji Uma Bantu Kepulangan Nuraini dan Dua Anaknya

“Alhamdulillah, proses pengurusan untuk pemulangan jenazah telah rampung dilakukan dan rencananya, jenazah almarhum Muzakkir akan diberangkatkan ke Aceh melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, hari ini. Selanjutnya dengan ambulan akan menempuh jalan darat ke Dewantara, Aceh Utara,” ungkapnya.

Biaya pemulangan jenazah ke Aceh, mencapai 4.800 ringgit malaysia, anggaran itu merupakan sumbangan dari Yayasan Vihara Murni Sakti, Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur melalui Group KANA. Sedangkan untuk biaya ambulan dari Medan ke Aceh Utara bersumber dari Camat Dewantara dan Keuchik Gampong Bluka Teubai.

“Untuk biaya ambulan, banyak pihak yang menawarkan bantuan, termasuk anggota DPD RI asal Aceh yakni H Sudirman atau Haji Uma serta saudara almarhum sendiri. Namun dari pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menerima bantuan dari pihak kecamatan dan keuchik di kampung halaman keluarga. Karena sebelum ke Malaysia, almarhum diketahui pernah bekerja di kantor Camat Dewantara”, sebut Abu Saba.

Baca Juga:  Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Megawati Yang Tenggelam di Malaysia

Dalam hal ini, Abu Saba mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dengan berharap proses pemulangan akan berjalan lancar nantinya hingga tiba dikampung halaman di Dewantara, Aceh Utara.[]

  • 680
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved